Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Jum'at, 18 September 2026 | 17:51 WIB
Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga membawa wadah kosong untuk diisi air bersih di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga membawa wadah berisi air bersih di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Personel BPBD Jakarta Selatan mengisi air ke dalam wadah milik warga yang terdampak kekeringan di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (18/9/2026). BPBD Jakarta Selatan bersama PAM Jaya menyalurkan bantuan air bersih kepada 74 kepala keluarga di RW 03, Lenteng Agung.

Sebanyak dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kemarau. BPBD DKI mencatat 13 laporan permintaan dukungan air bersih hingga 15 September dari warga di sejumlah wilayah.

Hampir seluruh Jakarta berada dalam kategori awas kekeringan meteorologis berdasarkan pemetaan BMKG, sehingga penanganan diprioritaskan di lokasi terdampak. Pemprov DKI menyiagakan 29 mobil tangki untuk menghadapi puncak musim kemarau.

Warga yang mengalami kesulitan air bersih dapat melapor melalui layanan Jakarta Siaga 112 agar BPBD berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air.

PAM Jaya menyatakan pasokan air perpipaan secara keseluruhan masih aman hingga akhir 2026 meski muka air sejumlah sumber baku menurun. Pemantauan dilakukan setiap hari bersama BPBD dan BMKG, sementara operasi modifikasi cuaca telah dilakukan pada 8-9 September. [Suara.com/Alfian Winanto]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com