Suara.com - Selama masa penangguhan kompetisi akibat corona, penjaga gawang andalan Bhayangkara FC Wahyu Tri Nugroho tetap menjaga kondisi kebugarannya dengan berlatih di hutan dekat kediamannya di Yogyakarta. Selain menjaga kebugaran, latihan dilakukan untuk mengusir rasa bosan karena tidak ada kompetisi.
"Materi latihan saya paling lari-lari di hutan dekat rumah saya, kan di sana sepi. Di sana lari saja terus ada rintangan pakai cone," ujar Wahyu seperti dilansir Antara dari laman Liga Indonesia, Rabu (15/4/2020).
Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dan Liga 2 hingga 29 Mei, setelah pemerintah memberlakukan status darurat virus corona COVID-19.
Atas instruksi dari pemerintah, Bhayangkara FC lantas meliburkan pemainnya dan mempersilakan para pemain maupun ofisial pulang ke kampung halaman.
Namun, para pemain harus tetap berlatih dan menjaga kebugarannya dengan mengikuti program yang sudah diberikan oleh tim pelatih serta menerapkan pola hidup pencegahan penularan.
"Kalau latihan tekniknya karena sendiri saja jadi paling sama pohon atau sama tembok saja," sambungnya.
Jika status darurat bencana dari pemerintah tidak diperpanjang dan pandemi berhasil teratasi, rencananya liga akan kembali bergulir pada 1 Juli mendatang.
Namun apabila status darurat bencana diperpanjang, PSSI membuka opsi kompetisi dihentikan secara total dan akan diganti dengan turnamen.
Baca Juga: Tak Punya Ongkos, Penggawa Persib Jalan Kaki dari Bandung ke Jatinangor
Berita Terkait
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
-
Babak Baru Dugaan Rasisme Marc Klok, Laporan Wasit Malaysia Justru Ungkap Fakta Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey