Suara.com - Kiper Borneo FC Gianluca Pandeynuwu mengungkapkan kerinduannya atas suasana Stadion Segiri, Samarinda, baik itu ketika berlatih maupun dalam kondisi pertandingan.
"Selain kangen teman di lapangan, momen pertandingan juga kangen. Terutama saat berlaga di Stadion Segiri yang disaksikan suporter Pusamania," ujar Gianluca seperti dilansir Antara dari laman Liga Indonesia, Jumat (17/4/2020).
Menurut dia, sudah sebulan lamanya ia dan teman-temannya di Borneo FC harus menjalani karantina mandiri, setelah PSSI membekukan kompetisi akibat pandemi COVID-19.
Sebelum Shopee Liga 1 2020 ditangguhkan, Borneo FC kali terakhir bertanding menjamu Persela Lamongan (13/3/2020) di Stadion Segiri. Setelah laga itu sebenarnya Pesut Etam sempat berkumpul lagi dan berlatih. Namun hanya sepekan beraktivitas, tim dibubarkan karena kompetisi dihentikan.
Pandemi COVID-19 ini memang membuat seluruh agenda olahraga dilingkupi ketidakpastian. Ia pun merasa ruang geraknya terbatas, namun itu semua demi memutus rantai penularan.
"Semua dibatasi dan akses menjadi sulit. Saya sangat merindukan berlatih bersama teman-teman. Selalu ada momen bercanda selepas latihan yang sangat saya kangen," kata dia.
Pemain berdarah Manado ini berharap pandemi virus corona segera berakhir sembari mengajak masyarakat lain terutama di Samarinda untuk sama-sama menerangi COVID-19.
Berita Terkait
-
Jadwal Lengkap Persija di Super League 2026/2027: Ujian Berat Pasukan STY di Dua Pekan Pertama
-
Hasil Undian AFC Challenge League 2026/2027: Persib dan Borneo FC Sama-sama Berat
-
Breaking News! Nadeo Argawinata Resmi Gabung Persija
-
Nadeo Argawinata Selangkah Lagi Gabung Persija? Begini Faktanya
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
-
Dihadang Barikade Polisi, Massa Mahasiswa Tertahan di Senayan Park Saat Menuju Gedung DPR
Terkini
-
Hati-Hati! 5 Kebiasaan Kecil ini Bisa Bikin Kamu Mengalami Brain Rot
-
Ternyata Residivis, Ini Sosok Pemasok Sabu Revaldo yang Diciduk Polisi di GBK
-
Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah
-
Hormati sang Kakek, Ariel Tatum Ganti Nama Asli Menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini
-
Bukan Sekadar Ormas: Di Hadapan Prabowo-Gibran, Gus Yahya Tegaskan NU Penyangga Utama NKRI
-
Review Novel Evergreen: Menemukan Makna Hidup dan Memaafkan di Kedai Es Krim
-
HP Vivo RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Kamera Super Jernih
-
Kementerian PANRB dan TBI Bahas Percepatan Transformasi Digital Pemerintah
-
Pengacara Tantang Jaksa KPK Buktikan Kaitan Yaqut dengan Fee Percepatan Haji
-
Rahasia Manjali, Mitos Jawa, dan Bayang-Bayang 1965