Suara.com - Siti Latipah Nurul Inayah kini menjadi sosok yang cukup dikenal. Lewat aksinya di lapangan hijau mengolah si kulit bundar, Uyung, begitu dia akrab disapa sangat menikmati olahraga yang populer dimainkan oleh pria itu.
Musim 2019, Uyung membela Persib Bandung di Liga 1 Putri. Ia sukes membawa Persib juara Liga 1 Putri setelah mengalahkan Tira-Persikabo di final dengan skor 6-1.
Uyung bukanlah pemain tim nasional. Namun, keahliannya di atas lapangan hijau cukup mengesankan.
Siapa sangka, sosok Kartini menjadi salah satu inspirasinya menjadi pesepakbola. Dara manis asal Bandung itu, berterima kasih kepada sosok Kartini dan perempuan-perempuan yang sudah memperjuangkan hak-hak para wanita.
Hingga pada akhirnya, wanita di era saat ini bisa disejajarkan dengan pria, termasuk bermain sepak bola.
"Uyung sangat berterima kasih kepada sosok wanita Indonesia yang berhasil memperjuangkan hak-hak wanita Indonesia. Berkat perjuangannya, wanita Indonesia kini berani mengejar mimpi-mimpinya," kata Uyung kepada Suara.com, Selasa (21/4/2020).
"Emansipasi jangan sampai padam. Tetap berjuang untuk para wanita-wanita Indonesia hingga meraih mimpi-mimpinya," ungkapnya.
Bagi wanita kelahiran 18 Oktober 1995 ini apa yang dilakukan oleh Kartini tak jauh berbeda dengan apa yang diperbuatnya di sepak bola. Bagi Uyung, bertanding sepak bola adalah suatu perjuangan.
"Bagi saya karena berlatih dan bertanding di lapangan juga merupakan suatu perjuangan," ucapnya.
Baca Juga: Bhayangkara FC Tagih PT LIB Segera Cairkan Subsidi Bulan Maret
Meski kontraknya bersama Persib telah habis, Uyung tetap berlatih keras di rumah. Apalagi, saat ini pemerintah mengharuskan melakukan aktivitas di rumah masing-masing
"Kalau sekarang di rumah saja paling, ada latihan mandiri, dari Tim PON Jawa Barat sepak bola putri juga ada latihan. Jadi kalau Persib sekarang belum ada kontrak lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Dari Dapur Tradisi ke Tren Wellness, Jamu Kembali Naik Kelas di Era Kartini Kini
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini
-
Ratusan Perempuan Berkebaya Meriahkan Jalanan Bandung Bersama Repsol Lubricants
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Kegilaan Sandy Walsh Bersama Buriram United Musim Ini, Peluang Sikat 2 Trofi
-
Update Harga Pasar Pemain Timnas Indonesia: Jay Idzes Tembus Rp173 Miliar, Mees Hilgers Makin Turun
-
Hadapi Grup Berat, Kurniawan Yakin Timnas Indonesia U-17 Bisa Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
-
Alvaro Arbeloa Ungkap Alasan Jarang Mainkan Dani Carvajal
-
Memble Ditahan Imbang Dewa United, Persib Bakal Mengamuk Saat Jumpa Arema FC
-
Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Berpotensi Hadapi Bintang Barcelona Lamine Yamal
-
Jadi Pahlawan Saat Tahan Imbang Persija, Kiper PSIM Yogyakarta Memilih Merendah
-
Namanya Jawa Banget, Rekan Justin Hubner di Belanda Bisa Bela Timnas Indonesia?
-
Rapor Impresif Sandy Walsh di ACL Elite, Agresif dan Berbahaya