Suara.com - Klub Liga 2 2020, Kalteng Putra menjadi salah satu klub Tanah Air yang masih memiliki tunggakan gaji untuk para pemainnya. Kasus penunggakan ini pun sudah sampai ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau yang lebih dikenal dengan Badan Penyelesaian Sengketa Nasional.
NDRC dibentuk sebagai salah satu upaya PSSI untuk memperbaiki kualitas sepakbola Indonesia secara administrasi. NDRC Indonesia terbentuk pada akhir Juli 2019.
NDRC sendiri merupakan salah satu dari pilot project FIFA. Mampu bangkit setelah aktivitasnya sempat terhenti akibat ban alias pembekuan, Indonesia pun menjadi salah satu negara yang dipercaya FIFA.
Intinya, NDRC adalah wadah pengaduan sengketa di klub, baik itu pemain dengan klub atau juga sengketa antara klub dengan klub.
Menurut data Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), tunggakan Kalteng Putra untuk gaji para pemain mencapai Rp 1,6 miliar, yakni untuk 25 pemain.
Itu belum termasuk tunggakan kepada 60 pemain Tim Kalteng Putra U-16 dan U-18 yang mencapai Rp 285 juta.
Dalam putusannya, NDRC mewajibkan Kalteng Putra untuk membayar sisa gaji para pemain tersebut sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.
Chairman First Stage NDRC Indonesia, Amir Burhanuddin menegaskan jika dalam waktu 45 hari sejak putusan ini disampaikan klub tidak melakukan pembayaran, maka sanksi siap menanti Kalteng Putra.
"Apabila klub tidak membayar dalam waktu 45 hari sejak putusan ini diberitahukan, maka akan diberlakukan ketentuan pasal 24, yaitu berupa larangan pendaftaran pemain baru selama tiga periode transfer, baik domestik maupun internasional," jelas Amir dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (21/4/2020).
Baca Juga: Ramdani Lestaluhu Tak Pernah Menyangka Bisa Gabung Persija
Ini merupakan perkara ketiga yang diselesaikan NDRC. Sebelumnya, NDRC juga sudah menyelesaikan sengketa pemain dengan klub PSPS Riau dan PSMS Medan.
Dalam putusannya, NDRC mewajibkan dua klub tersebut untuk membayar gaji para pemain. Untuk PSPS, mereka sudah dilarang melakukan pendaftaran pemain selama tiga periode transfer.
Namun, PSPS masih tetap bisa berpartisipasi di kompetisi Liga 2 2020.
PSPS berdalih akan membayar tunggakan gaji pemain dengan memakai uang subsidi yang diberkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2, yakni sebesar Rp 1,150 miliar.
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Kekuatan 3 Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Panas! Presiden FIFA Gianni Infantino Ingin Cabut Sanksi Rusia, UEFA Lawan Mati-matian
-
Piala Dunia 2026 Dihantui Kontroversi: ICE Ambil Peran Kunci, Suporter Waswas?
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan