Suara.com - Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menunda keputusan soal kapan Serie A bisa dilangsungkan kembali meski memperbolehkan para pesepak bola melanjutkan latihan dalam satu pekan ke depan.
Conte, seperti dilansir AFP yang dimuat Antara, mengizinkan setiap pemain berlatih secara individu mulai 4 Mei sembari menerapkan social distancing dan tim bisa berlatih bersama lagi pada 18 Mei.
Namun, Conte tidak mengungkapkan kapan jadwal Serie A, yang terhenti pada 9 Maret dengan Juventus yang unggul sembilan poin dari Lazio untuk memuncaki klasemen, bisa dilanjutkan.
"Kompetisi akan mulai lagi hanya jika sudah aman," demikian penyataan Conte yang disiarkan di televisi setempat.
Conte mengatakan jika menteri olah raga Vicenzo Spadofora akan bekerja secara intensif dengan para ilmuwan dan petinggi olah raga setempat untuk memastikan latihan tersebut aman bagi para atlet.
"Setelah itu kita bisa melihat jika mereka bisa lanjut dengan kompetisi yang tertunda. Kami akan mencapai kesepakatan ini jika keselamatan bisa terjamin. Kami tak ingin para atlet jadi sakit.
Sementara itu para petinggi sepak bola Italia pada Kamis sepakat untuk mengundur akhir musim Serie A dari 30 Juni ke 2 Agustus.
Italia saat ini masih menjalani karantina wilayah setelah menjadi negara peringkat tiga paling terdampak wabah virus corona dengan sedikitnya 26.000 orang tewas dari sekitar 206.000 kasus kematian karena pandemi tersebut.
Baca Juga: 5 Berita Hits Bola: Alki David Rekan Mike Tyson Calon Pembeli Nama Camp Nou
Berita Terkait
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
-
Raih Gelar Ganda, Inter Milan Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
-
Atalanta Resmi Tunjuk Maurizio Sarri sebagai Pelatih Baru
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya
-
Tinggalkan Klub Emil Audero, Jamie Vardy: Latihannya Lari-lari Terus
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey