Suara.com - Salomon Kalou diskors oleh klubnya Hertha Berlin setelah ia melanggar aturan menjaga jarak (physical distancing) terkait pandemi COVID-19, dengan mengunggah video bersalaman dengan rekan-rekan setimnya.
Pada video yang diunggah di laman Facebook terlihat Kalou menyambut rekan-rekan setimnya dan pekerja klub dengan berjabat tangan.
Tindakan berjabat tangan saat ini dilarang oleh Liga Jerman, yang menerapkan peraturan-peraturan ketat terkait kebersihan dalam upaya mereka untuk mengamankan lampu hijau agar kompetisi dapat dilanjutkan.
"Foto-foto Salomon Kalou dari ruang ganti Hertha Berlin benar-benar tidak dapat diterima," demikian pernyataan operator Liga Jerman (DFL) seperti dilansir AFP seperti dimuat Antara.
Hertha mengatakan mereka telah menskors pemain Pantai Gading berusia 34 tahun itu dengan dampak yang berlaku sesegera mungkin.
Mantan pemain Chelsea Kalou meminta maaf untuk tindakannya dan mengatakan ia semestinya dapat bersikap lebih baik karena keterlibatannya pada proyek-proyek kesehatan di kampung halamannya.
"Saya meminta maaf jika sikap saya memberi kesan bahwa saya tidak menganggap serius virus corona. Saya meminta maaf untuk hal itu," tutur Kalou.
"Sebenarnya yang terjadi adalah saya sangat peduli, karena saya khususnya mencemaskan orang-orang di Afrika, karena pelayanan kesehatan di sana tidak sebagus di Jerman. Saya benar-benar tidak memikirkan hal itu," tambahnya.
Operator Liga Jerman mengatakan pada Senin bahwa pemeriksaan massal kepada para pemain dan staf telah menghasilkan sepuluh kasus positif COVID-19.
Baca Juga: Didi Kempot Meninggal Dunia, Arema FC: Selamat Jalan Legenda
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan