Suara.com - Bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, memiliki permasalahan serius setelah percakapan dengan rekan-rekannya saat mengolok-ngolok Tiago Ramos tersebar luas di salah satu game online. Dalam percakapan itu, turut terdengar rencana jahat yang diiyakan Neymar.
Neymar sedang kesal dengan Tiago Ramos. Tiago adalah kekasih ibundanya, Nadine Goncalves, yang usianya terpaut sangat jauh, yakni 30 tahun. Keduanya belum lama ini bertengkar di apartemen dan sama-sama dibawa ke rumah sakit setelah itu.
Saat mengetahui ibunya bertengkar dengan Tiago, Neymar meminta rekannya untuk melihat kondisi ibunya. Selain itu, dia juga mengucapkan kata-kata kekesalan terhadap Tiago bersama rekan-rekan lainnya yang ternyata terekam oleh game online.
Dilansir dari Mundo Deportivo, dalam percakapannya, Neymar mengolok Tiago yang punya masa lalu sebagai biseksual dengan sebutan 'viadinho'. 'Viadinho' adalah ungkapan yang dianggap sangat merendahkan kaum LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) di Brasil.
Selain itu, terdengar teman-teman Neymar yang mengancam bakal menusuk dubur Tiago dengan gagang sapu. Neymar pun terdengar mengiyakan saran dari teman-temannya tersebut.
Kata-kata itulah yang membuat asosiasi LGBT di Brasil geram dan berencana melaporkan Neymar ke pihak kepolisian. Asosiasi LGBT menyimpulkan rencana penusukan itu sebagai ancaman pembunuhan.
"Dengan menghina pacar ibu itu biseksual, dia (Neymar) dan teman-temannya mengisyaratkan kemungkinan untuk menyerang seorang lelaki gay, termasuk niat memasukan satu ke dubur pacar sang ibu," bunyi laporan Asosiasi LGBT ke Kementerian Publik Brasil, dilansir dari Mundo Deportivo.
Asosiasi LGBT pun berharap Neymar dan teman-temannya ditahan untuk sementara. Mereka khawatir Neymar dan teman-temannya benar-benar melakukan tindakan yang terdengar dalam rekaman tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan Neymar atau kuasa hukumnya mengenai tudingan dari asosiasi LGBT di Brasil tersebut.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Butuh Pertandingan Uji Coba
Berita Terkait
-
5 Hits Bola: Asosiasi LGBT akan Polisikan Neymar karena Ancam Pacar Ibu
-
Neymar Terancam Dipolisikan karena Ejek Pacar Ibunya dan 4 Berita Terkini
-
Asosiasi LGBT akan Polisikan Neymar karena Ejek dan Ancam Bunuh Pacar Ibu
-
Bertengkar di Apartemen, Ibu Neymar dan Pacarnya Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Thiago Silva Segera Angkat Kaki dari PSG, AC Milan Siap Menampung
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek