Suara.com - Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mendukung penuh wacana wajib menggunakan pemain U-20 dalam lanjutan Liga 1 2020 yang kemungkinan akan berlangsung pada September atau Oktober mendatang. Bagi Aji, adanya regulasi tersebut tidak akan menurunkan kualitas Liga 1.
Wacana adanya regulasi pemain U-20 ini muncul atas saran dari Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) kepada PSSI saat keduanya melakukan pertemuan virtual membahas keberlangsungan kompetisi.
APSSI ingin aturan tersebut diterapkan sebagai persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Dengan adanya aturan itu, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mudah mencari pemain-pemain untuk Piala Dunia tahun depan.
"Kalau saya sih setuju saja dengan aturan federasi yang telah ditentukan. Apalagi diwajibkan untuk memainkan pemain-pemain muda, saya sangat setuju apalagi, kan memang saya sendiri sangat suport dengan pemain muda untuk bisa tampil. Intinya saya sangat setuju," kata Aji dalam keterangan yang diterima suara.com, Rabu (17/6/2020).
Aji yakin aturan pemain U-20 tidak mempengaruhi kualitas kompetisi. Sebab, sudah ada beberapa pemain muda yang bisa bersaing dengan seniornya seperti Saddil Ramdani, M. Rafli, Syahrian Abimanyu, dan lain sebagainya.
"Menurut saya enggak ada, lah (pengurangan kualitas) karena, kan pemain muda seperti Saddil Ramdani dan M. Rafli serta pemain muda lainnya bisa bersaing, kok dengan yang senior. Menurut saya itu enggak ada alasan, mengurangi kualitas dari kompetisi," tambahnya.
"Banyak pemain muda yang punya kualitas sangat bagus dan juga bisa mewarnai liga seperti Abimanyu, Saddil, M. Rafli itu, kan mereka juga pemain-pemain yang muda," pungkas mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu.
Namun, PSSI belum mengumumkan secara resmi diterapkannya aturan itu. Pasalnya, kompetisi dilanjutkan atau tidak juga belum diputuskan oleh PSSI.
PSSI lebih dahulu akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk mematangkan persiapan dilanjutkannya kompetisi di tengah pandemi COVID-19. Akan tetapi, belum diketahui kapan rapat Exco digelar.
Baca Juga: Persebaya Ulang Tahun ke-93, Ini Harapan Hansamu Yama
Berita Terkait
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
-
Kabar Duka, Pentolan Bonek Andie Peci Meninggal Dunia
-
Persebaya Surabaya Datangkan Bek Tanjung Verde! Gali Freitas 'Disekolahkan' ke Madura United
-
Ramadhan Sananta Ungkap Alasan Utama Terima Pinangan Persebaya Surabaya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam