Suara.com - Kapten Tim Persib Bandung, Supardi Nasir mengaku sangat antusias menjalani latihan perdana bersama rekan-rekan setimnya. Skuat Maung Bandung memang kembali latihan secara grup alias berkelompok jelang Liga 1 2020 restart.
Persib menggelar latihan tim setelah beberapa bulan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Senin (10/8/2020) pagi.
Sebelumnya, skuat Maung Bandung harus absen dari seluruh aktivitas sepakbola usai munculnya pandemi COVID-19 di Tanah Air.
Supardi sendiri mengaku sangat terpacu untuk segera meningkatkan kebugaran fisik serta sentuhannya, yang sedikit banyak hilang setelah lama absen merumput.
Selama masa off kompetisi dan hanya menjalani latihan mandiri, sentuhan bola memang sangat minim dilakukan para pemain Persib, termasuk Supardi.
"Kita sedikit khawatir dengan intensitas latihan hari ini walaupun sebenarnya masih ringan. Tapi, antusias pemain yang saya khawatirkan sebenarnya. Karena ini latihan perdana, antusias pemain tinggi," ucap Supardi kepada Suara.com.
Fullback 37 tahun itu pun mengaku tak masalah latihan secara grup kembali digelar, asalkan dengan mematuhi protokol kesehatan.
Meskipun terasa lebih ketat, tapi hal itu sangat penting dilakukan para pemain dan pelatih saat menggelar latihan bersama di tengah pandemi COVID-19.
"Latihannya di tengah protokol kesehatan yang ketat, tapi itu memang sangat-sangat penting! Ini bukan hal yang kita khawatirkan, tetapi memang harus kita perhatikan tentang masalah kesehatan ini," tutur Supardi.
Baca Juga: 10 Pemain Positif COVID-19, Laga Liga Brasil Ditunda
Supardi pun tak menampik di latihan perdana ini, ada beberapa kendala yang dialami pemain. Semisal kembali harus beradaptasi antar pemain serta adaptasi dengan menu latihan yang terbilang cukup tinggi intensitasnya bila dibandingkan dengan latihan mandiri.
"Kendala pasti ada, tapi saya percaya sekali mereka (para pemain Persib) profesional. Mereka tetap menjaga kesehatan dan sebelumnya melakukan latihan mandiri tentunya di rumah. Mereka profesional dan tahu kebutuhan masing-masing," tukas Supardi.
Kontributor : Aminuddin
Berita Terkait
-
Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
-
Faktor X yang Bikin Persib Kalahkan Persija di Perburuan Mariano Peralta
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Frans Putros Hengkang, Ini Respon Pelatih Persib Bandung
-
Igor Tolic Mengikhlaskan Frans Putros Pergi dari Persib Bandung
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus