Suara.com - Manajemen Semen Padang Football Club (SPFC) memilih tidak melanjutkan proses naturalisasi pemain asing asal Korea Selatan Yu Hyun Koo yang sempat bergabung dengan tim "Kabau Sirah" di paruh musim Liga 1 2019.
Manajer Semen Padang FC, Effendi Syahputra di Padang, Senin (26/10/2020), mengatakan Semen Padang FC bukan tidak mau membantu proses naturalisasi Yu Hyun Ko namun peluang pemain berpaspor Korea Selatan itu menjadi warga Indonesia cukup kecil.
"Saya anggap tidak menjadi prioritas utama saat ini buat klub karena kebutuhan lain yang perlu dibenahi untuk klub," kata Effendi seperti dimuat Antara.
Menurut Effendi, posisi klub hanya membantu proses naturalisasi namun kalau memang tidak maka keinginan tersebut juga tidak dapat dipaksakan.
"Saya pikir sulit untuk naturalisasi saat ini. Saya udah dapat info valid soal itu. Kalau klub lain mau mencoba ya silakan," katanya.
Menurut dia, Semen Padang sudah berusaha maksimal tapi proses yang dihadapi memang rumit.
Ia juga kecewa ketika mendengar publik terkesan menyalahkan Semen Padang FC.
“Bolanya bukan di kita karena kita bantu untuk rekomendasikan tapi yang mengurus kan bukan kita. Ada agen khusus yang mengurus itu," sambungnya.
Effendi menegaskan, ketika dirinya menjabat manajer tim berjuluk Kabau Sirah, memang tidak ada kesepakatan tentang proses naturalisasi pemain berposisi gelandang tersebut.
Baca Juga: Pemain Persija Jakarta Kembali Dirumahkan
Ia juga meminta agar suporter memahami kondisi tersebut dan klub harus tetap berjalan tanpa bergantung pada satu pemain.
"Semen Padang FC tim besar dan terus berjalan tidak hanya karena satu pemain saja. Klub ini harus terus berjalan secara kolektif karena tidak ada satu orang yang lebih besar daripada klub ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Asal Comot, Shin Tae-yong Ternyata Ikut Pilih Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
-
Naturalisasi Pemain Sepak Bola: Proses Kemenangan atau Kesalahan Berulang?
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT