Suara.com - Bek Persija Jakarta, Otavio Dutra, mengutarakan perasaannya selama mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC yang sudah dimulai sejak 1 hingga 14 November mendatang.
Meski sejatinya hanya untuk mengisi waktu kosong karena tak ada kompetisi, mantan pemain Bhayangkara FC ini mengaku sangat menikmatinya. Selain itu, Dutra menilai ini waktu yang tepat untuk belajar menjadi seorang pelatih.
"Sekali lagi kursus ini hanya memanfaatkan waktu saja kebetulan kompetisi juga libur. Saya kira momentum saat ini juga tepat untuk saya belajar mengambil lisensi. Apalagi di sini saya juga bisa jaga kondisi mengingat ada praktek latihannya di lapangan," kata Dutra dikutip dari laman resmi klub, Kamis (12/11/2020).
Lebih lanjut pemain naturalisasi asal Brasil ini mengaku banyak belajar hal baru yang didapat selama menjalani lisensi kepelatihan.
Apalagi selama mengikuti kegiatan ini, Dutra mengaku pemikiran mengenai dunia kepelatihan semakin terbuka. Ia menganggap pelatih dan pemain sangat jauh berbeda.
"Saya sendiri tidak menemukan kendala di sini. Para instruktur juga luar biasa di sini. Mereka semua menjelaskan materi maupun praktek dengan baik. Ditambah rekan-rekan pelatih juga membantu saya," tambahnya.
"Ini jauh beda saat jadi pemain maupun pelatih. Kalau pemain saya siapkan diri sendiri saja tapi saat kamu menjadi pelatih harus menyiapkan semua hal. Semua hal yang ada dalam tim juga harus diperhatikan."
"Bahkan tidak hanya pertandingan, semuanya baik sebelum maupun sesudah kamu harus mengatur dengan baik," jelasnya.
Meksi begitu, kegiatan yang dilakukan Dutra ini bukan karena akan gantung sepatu dalam waktu dekat ini. Namun, ini sebagai bekal ketika nanti sudah pensiun sebagai pemain.
Baca Juga: Usai Jalani Latihan Virtual, Pemain Timnas U-19 Bakal Lanjut TC di Jakarta
"Fokus saya ingin bermain dahulu. Akan tetapi setelah ini jika ada kesempatan untuk mengambil lisensi B saya juga mau dan mungkin bisa juga belajar kepelatihan di Brasil. Apalagi saya orangnya mau terus belajar," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Marc Klok Persilakan Bobotoh Hadir, Jakmania Layangkan Protes Keras ke Erick Thohir
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati