Suara.com - Sosok Serdy Ephy Fano, menjadi perbincangan publik usai kabar dirinya dicoret dari daftar pemain Timnas U-19 karena indisipliner. Selain Serdy, Yudha Febrian juga turut didepak dari Timnas U-19 oleh Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia.
Kabarnya, Serdy dan Yudha dipulangkan sejak Senin (23/1). Meski begitu, PSSI masih belum memberikan informasi lengkap terkait tindakan indisipliner apa yang dilakukan oleh Serdy dan Yudha.
Hal yang menimpa Serdy ini bukan hanya sekali terjadi, sebelumnya, ia juga dikeluarkan dari skuat 'Garuda Muda' karena telat mengikuti latihan. Lalu, siapakah sosok Serdy? Berikut profil Serdy Ephy Fano terlengkap.
- Jebolan PPLP
Bakat sepak bola Serdy ditemukan oleh pelatih Fakhri Husaini di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Maluku Utara. Saat itu, Serdy sedang bertanding di kejurnas antar PPLP. Skill apik bermain bola yang dimiliki Serdy pun membuatnya dipanggil oleh Timnas Indonesia. - Bergabung dengan Bhayangkara FC
Meski usianya kala itu masih 16 tahun, namun kepiawaian Serdy dalam bermain bola berhasil memukau banyak orang salah satunya Bhayangkara FC. Serdy lantas bergabung dengan Bhayangkara FC per 1 Januari 2020. Selanjutnya, pria yang lahir pada 29 Desember 2002 di Jailolo, Maluku Utara, itu lantas diikutsertakan dalam Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 di tahun 2019. - Postur Tubuh yang Jadi Alasan Serdy Bertahan
Menurut Fakhri, salah satu alasan yang membuat Serdy dipilih dan dipertahankan ialah postur tubuh Serdy yang tinggi dan besar, sehingga cocok untuk masuk dalam komposisi barisan penyerang Timnas U-19. Dan benar saja, skuat 'Garuda Muda' pun berhasil lolos ke putaran final sebagai juara grup K.
Selain Fakhri, pelatih Shin juga beralasan serupa. Ia memanggil Serdy ke Timnas U-19 sebanyak dua kali karena kepincut dengan postur tubuh Serdy yang tinggi dan besar sehingga berpeluang untuk bertanding dengan pemain-pemain di Piala Dunia U-20 mendatang.
Kontributor : Lolita Valda Claudia
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, John Herdman Akui Kalah Taktik, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Shin Tae-yong Gagal Total? Persija Tumbang dari Persib, Gagal ke Final Piala Presiden 2026
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan