Suara.com - Pelatih kepala Persib Bandung, Robert Alberts berpesan agar manajemen Maung Bandung berhenti memikirkan nasib Liga 1 2020 (yang kini bernama Liga 1 2020-2021).
Menurutnya, kompetisi musim ini sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bisa dilanjut. Bagi Robert, sangat riskan bagi klub Liga 1 mempersiapkan diri menjalani kompetisi yang sudah ditunda selama kurang lebih 10 bulan.
Alangkah lebih baik seluruh pihak mempersiapkan lebih matang guna menyambut kompetisi Liga 1 2021, agar bisa digelar sesuai jadwal yang pasti.
"Pesan saya buat manajemen (Persib) dan juga PSSI serta PT LIB, berhenti memikirkan kompetisi 2020. Bagaimanapun posisi di klasemen, hentikan itu berdasarkan peraturan dan lebih baik kita fokus menghadapi liga baru musim 2021," celoteh Robert.
Persib sendiri kini menempati posisi puncak klasemen sementara Liga 1 2020-2021 dengan torehan poin sempurna 9, sebagaimana kompetisi baru berputar tiga matchweek.
Pandemi COVID-19 lantas membuat kompetisi tertangguhkan sejak Maret 2020, dan kini masih belum jelas soal kelanjutan liga meski sudah muncul wacana Liga 1 2020-2021 restart bulan depan.
Robert mengakui, sangat tidak memungkinkan mempersiapkan anak-anak asuhnya menggelar latihan rutin guna menyongsong kembali Liga 1 2020-2021.
"Tidak ada waktu mempersiapkan tim demi menuntaskan kompetisi 2020 setelah 10 bulan terhenti. Saat liga nanti dimulai lagi artinya sudah 11 bulan (kompetisi berhenti)," celoteh pelatih kawakan asal Belanda itu.
Robert pun memastikan tak jadi digelarnya Piala Dunia U-20 2021 Indonesia tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kompetisi Liga 1.
Baca Juga: Disokong Carrick dan Kini Fletcher, Solskjaer Pede Tatap Paruh Kedua Musim
Pangkal utama tak bisa digelarnya Liga 1 bukan lantaran persiapan Piala Dunia U-20, melainkan pandemi COVID-19.
"Sejujurnya, tidak berpengaruh (batalnya Piala Dunia U-20) karena kami tidak punya liga, dan saya menyatakan dengan jelas bahwa kami tidak memainkan liga untuk musim 2020 lagi. Ya, meski sampai saat ini tidak kunjung ada yang klarifikasi soal itu," sesumbarnya.
Kontributor : Aminuddin
Berita Terkait
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai
-
Hasil Undian AFC Challenge League 2026/2027: Persib dan Borneo FC Sama-sama Berat
-
Jelang Super League 2026/2027, Persib Bandung Dapat Sinyal Bahaya dari Persija Jakarta
-
Bung Towel Senggol Thom Haye, Sebut Pemain Persib Itu Tak Punya Skill Seperti Pirlo dan Xavi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung