Suara.com - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan angkat bicara ihwal ketidakpastian lanjutan kompetisi yang kian membuat gusar klub-klub peserta liga.
Menurut Iriawan, pihaknya hingga kini masih berupaya keras agar liga bisa bergulir sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu Februari 2021.
Iriawan mengatakan jika pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada Polri (Kepolisian Republik Indonesia) sebanyak tiga kali, meminta izin yang dibutuhkan untuk menggulirkan kompetisi. Namun hingga kini belum ada tanggapan dan jawaban.
"Terkait liga, PSSI bersama PT LIB (Liga Indonesia Baru) terus mengupayakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya," kata Iriawan dikutip dari akun Instagram resmi PSSI, Kamis (7/1/2021).
"Koordinasi dan silahturahmi dengan berbagai pihak sudah dilakukan, serta surat resmi kepada kepolisian sudah dilayangkan sebanyak tiga kali," tambahnya.
PSSI dan PT LIB memang punya rencana menggulirkan kompetisi yang sudah tertunda pada Februari mendatang. Akan tetapi, sampai dengan saat ini kedua belah pihak belum mengantongi perizinan.
Izin dari Polri merupakan syarat mutlak untuk melanjutkan kompetisi yang ditangguhkan sejak Maret 2020.
Sebelumnya PSSI dan PT LIB berencana melanjutkan kembali kompetisi pada Oktober 2020. Namun tidak adanya izin dari Polri memaksa PSSI mengurungkan niat.
"Kini semua berpulang kepada kepolisian. Apapun keputusan kepolisian, PSSI tunduk dan patuh," lanjut lelaki yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Baca Juga: Mantan Pemain Juventus Pertanyakan Kelanjutan Kompetisi di Indonesia
Pada pertengahan Januari 2021, PSSI akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco). Salah satu agenda yang akan dibahas adalah nasib kompetisi 2020.
Ada kemungkinan kompetisi 2020 bakal dihentikan, diganti dengan musim yang baru. Namun itu semua tergantung dari situasi dan kondisi pandemi COVID-19 dalam beberapa hari ke depan.
Berita Terkait
-
FIFA vs UEFA: Infantino Dituduh 'Suap' Rp598 M ke 211 Federasi, Termasuk PSSI?
-
Mantan Wakapolri Oegroseno Penuhi Klarifikasi Bareskrim soal Dugaan Korupsi Lahan Sepolwan
-
Eks Wakapolri Oegroseno Terseret Kasus Apa? Blak-blakan Merasa Dikriminalisasi Polri
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Komisi III DPR Desak Usut Tuntas Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur: Petugas Keamanan Garda Terdepan
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Tren Gaya Hidup Baru Perempuan Gen Z: Dari Quiet Luxury ke Quiet Living
-
Maestro Seni Rupa Nasirun Wafat, Rencana Pameran pun Batal
-
Tiga Jam Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie, Kejagung Sita Dokumen Pencucian Uang
-
Malaysia Ketar-ketir! Tan Cheng Hoe Nilai Timnas Indonesia Tim Paling Kuat di Grup A
-
6 Tinted Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik Sesuai Klaim dan Harga
-
BUMN Tak Lagi Dominan, Prabowo Buka Ruang Lebih Besar bagi Dunia Usaha Swasta
-
Review The Lost Library: Misteri Perpustakaan Hilang yang Penuh Kejutan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Cara Memperbesar Tulisan dan Ikon di HP Android untuk Lansia, Biar Lebih Nyaman Dipakai
-
Review Drama Light to the Night, Kasus Hilangnya Ayah dan Anak di Tahun 90