Bisnis / Makro
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Seorang pria melintasi halaman Gedung BUMN di Jakarta. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengarahkan konsolidasi BUMN untuk memperluas ruang bagi pelaku usaha swasta nasional.
  • Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan hal tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026.
  • Kebijakan ini bertujuan membentuk kolaborasi pemerintah dan swasta guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara bersama-sama.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan adanya konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha swasta dalam perekonomian nasional.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa arahan tersebut bertujuan untuk membentuk konsep Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Hal iu disampaikannya usai menghadiri agenda Presidential Briefing KADIN di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (31/7/2026).

"Presiden menyampaikan bahwa dengan adanya konsolidasi BUMN, akan banyak terbuka peluang bagi pengusaha-pengusaha swasta. Karena tidak semua sektor lagi akan dikerjakan oleh BUMN. Kita ingin tentu banyak sektor yang seharusnya bisa dikerjakan oleh swasta itu akan diberikan kepada swasta," ujar Dony.

Dony menjelaskan, pemerintah menginginkan adanya pembagian peran yang jelas antara BUMN dan swasta.

Sektor-sektor usaha yang dapat dikelola oleh swasta tidak lagi diambil alih oleh BUMN, sehingga kedua pihak dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain membahas peran swasta, pertemuan tersebut juga menjadi sarana penyampaian visi ekonomi pemerintah sekaligus menyerap masukan dari para pelaku usaha di lapangan.

Kepala BP BUMN/COO BP Danantara, Dony Oskaria. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Presiden berharap pertemuan ini sering dilakukan sehingga kita mendapatkan banyak masukan dari pelaku usaha di lapangan. Ini tentu pertemuan yang sangat produktif antara pelaku usaha dan pemerintah," kata Dony.

Load More