- Presiden Prabowo Subianto mengarahkan konsolidasi BUMN untuk memperluas ruang bagi pelaku usaha swasta nasional.
- Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan hal tersebut di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2026.
- Kebijakan ini bertujuan membentuk kolaborasi pemerintah dan swasta guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara bersama-sama.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengarahkan adanya konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha swasta dalam perekonomian nasional.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa arahan tersebut bertujuan untuk membentuk konsep Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Hal iu disampaikannya usai menghadiri agenda Presidential Briefing KADIN di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (31/7/2026).
"Presiden menyampaikan bahwa dengan adanya konsolidasi BUMN, akan banyak terbuka peluang bagi pengusaha-pengusaha swasta. Karena tidak semua sektor lagi akan dikerjakan oleh BUMN. Kita ingin tentu banyak sektor yang seharusnya bisa dikerjakan oleh swasta itu akan diberikan kepada swasta," ujar Dony.
Dony menjelaskan, pemerintah menginginkan adanya pembagian peran yang jelas antara BUMN dan swasta.
Sektor-sektor usaha yang dapat dikelola oleh swasta tidak lagi diambil alih oleh BUMN, sehingga kedua pihak dapat bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain membahas peran swasta, pertemuan tersebut juga menjadi sarana penyampaian visi ekonomi pemerintah sekaligus menyerap masukan dari para pelaku usaha di lapangan.
"Presiden berharap pertemuan ini sering dilakukan sehingga kita mendapatkan banyak masukan dari pelaku usaha di lapangan. Ini tentu pertemuan yang sangat produktif antara pelaku usaha dan pemerintah," kata Dony.
Berita Terkait
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
Isu PTDI Dijual ke Asing Mencuat, Bosnya Akui Prabowo Minta Kerjasama Dengan Industri Global
-
Eks Jenderal TNI Jadi Bos Peruri, Ini Alasan BP BUMN
-
DPR Minta BPJS dan Danantara Bantu Pasar Modal Redam Dana Asing yang Keluar
-
Komisaris PTPP Aisyah Zakiyyah Dituding Keponakannya, Menteri PU: Buktikan, Kalau Benar Hadiah Umrah
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
6 Tinted Sunscreen dengan Finish Glowing Natural Terbaik Sesuai Klaim dan Harga
-
BUMN Tak Lagi Dominan, Prabowo Buka Ruang Lebih Besar bagi Dunia Usaha Swasta
-
Review The Lost Library: Misteri Perpustakaan Hilang yang Penuh Kejutan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Cara Memperbesar Tulisan dan Ikon di HP Android untuk Lansia, Biar Lebih Nyaman Dipakai
-
Review Drama Light to the Night, Kasus Hilangnya Ayah dan Anak di Tahun 90
-
Suzuki Fronx Punya Varian Kuro, Tambah Fitur Keamanan Baru
-
Belum Dipublikasi, Dony Oskaria Ungkap Kendala Laporan Keuangan Danantara
-
Staf KPK Pakai Fitur Chat 'Auto-Delete' ke Ayah Demi Bocorkan Kasus Pemalang
-
Review Welcome to Samdal-ri: Saat Kegagalan Bukan Akhir dari Segalanya