Suara.com - Manajer Jurgen Klopp kemenangan 2-0 Liverpool atas RB Leipzig dalam leg pertama 16 besar Liga Champions sudah seperti anjuran dokter. Klopp senang setelah timnya menghentikan laju tiga kali kalah berturut-turut.
"Inilah pertandingan yang kami inginkan, pertandingan yang kami butuhkan," kata Klopp kepada wartawan seperti dikutip Antara dari Reuters.
"Leipzig bisa jadi monster sungguhan, mereka menyerbu lawan, mereka sungguh bermain fisik dan malam ini kami mengendalikan mereka dengan cara yang luar bisa. Kami paksa mereka membuat kesalahan. Saya menyukai penampilan ini."
Liverpool yang menjuarai Liga Champions pada 2019 dan menjuarai Liga Premier musim lalu kesulitan bermain bagus dalam beberapa pekan terakhir.
Kekalahan 1-2 melawan Leicester City Sabtu pekan lalu membuat mereka terlempar ke urutan enam klasemen Liga Premier atau 13 poin di bawah pemuncak klasemen Manchester City yang menyimpan satu pertandingan lebih banyak.
Klopp kemudian menepis spekulasi belum lama ini yang menyatakan dia bisa saja meninggalkan klub juara Liga Premier itu dengan sebaliknya berjanji membalikkan perjalanan mereka musim ini.
Dia membuktikannya saat melawan Leipzig dengan mencetak dua gol dalam kurun waktu lima menit dari Mohamed Salah dan Sadio Mane sehingga mereka mendapatkan bekal besar dalam menjalani laga kandang leg kedua 10 Maret nanti.
"Kami telah memainkan pertandingan yang baik sekali dan kami mendapatkan hasil yang selayaknya. Kami bertahan dengan baik sekali," kata Klopp.
"Tadi itu pertandingan yang berat dengan cuma berselisih dua hari dari laga terakhir. Ini baru leg pertama, kami tahu itu tetapi banyak orang yang menantikan kami tergelincir lagi," kata pelatih asal Jerman ini.
Baca Juga: Hasil Liga Champion: PSG Libas Tuan Rumah Barcelona 4-1, Mbappe Hattrick
"Selama dua tahun kami bagus sekali dan tahun ini kami menghadapi masalah, tak apa. Banyak orang yang berharap kami kembali tergelincir tetapi anak-anak tidak."
Berita Terkait
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Jurgen Klopp Semakin Dekat Latih Timnas Jerman, Ini Sederet Prestasinya
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan