Suara.com - Ronald Koeman tegaskan tidak ada yang mustahil menjelang timnya melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Paris Saint-Germain kontra Barcelona di Parc des Princes, Prancis, Rabu waktu setempat (Kamis WIB).
Tim besutan Koeman, memasuki pertandingan itu dalam keadaan tertinggal setelah kalah 1-4 di leg pertama yang dimainkan di Camp Nou tiga pekan yang lalu.
Kepercayaan diri Koeman tidak lepas dari keberhasilan Barcelona membalikkan kekalahan 0-4 dari PSG lewat kemenangan telak 6-1 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions empat tahun silam, kala masih di bawah kepelatihan Luis Enrique, yang kesohor sebagai laga remontada.
"Remontada itu memberi kepercayaan diri yang besar, meski kami tahu ini situasi yang sama sekali berbeda. Tapi kami akan memberikan upaya terbaik," kata Koeman dikutip Antara dari laman resmi Barcelona, Selasa.
"Semuanya tergantung bagaimana kami memulai laga. Kami selalu bisa menciptakan peluang, yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengonversinya," ujarnya menambahkan.
Start yang baik jelas menjadi syarat, mengingat dua tahun yang lalu Barcelona juga berada di posisi terbalik dalam situasi remontada yang dilakukan Liverpool di babak semifinal 2018/19.
Di sisi lain, Koeman mengakui status PSG dan leg kedua yang harus dimainkan di kandang lawan membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi Barca, tetapi ia menegaskan para pemain harus tidak menyesal ketika peluit tanda laga usai berbunyi di Parc des Princes besok.
"PSG adalah kandidat juara Liga Champions. Kami harus tampil sempurna dan itu yang akan kami coba lakukan," katanya.
"Kami harus tampil kuat, memainkan permainan kami dan memanfaatkan tiap kesempatan. Penting bagi kami untuk merasa sudah melakukan yang terbaik di akhir laga nanti."
Baca Juga: Link Live Streaming Dortmund vs Sevilla
"Kami harus mencetak gol tandang, tidak mudah. Tetapi tidak ada yang mustahil. Kami tahu diri kami dan apa yang harus dilakukan untuk menang. Tim ini sudah beberapa kali memperlihatkan kekuatan mental dan itu yang harus kami perlihatkan lagi," pungkas Koeman.
Berita Terkait
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Ungkap Terima Kasih ke Barca, Ferran Torres Mulai Babak Baru Bersama PSG
-
Meski Diincar Real Madrid, Rodri Pilih FC Barcelona untuk Wujudkan Mimpi
-
LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
-
Habiskan Rp6 Triliun dalam 3 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Ini Santai Hadapi Ancaman Sanksi UEFA
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung