Suara.com - Kasus tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari All England, turut menyita perhatian PSSI. Federasi sepak bola Indonesia itu pun tak mau kecolongan dan berencana menyewa pesawat pribadi untuk Timnas Indonesia yang akan terbang ke Uni Emirat Arab untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Sebelumnya, tim bulut tangkis Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 akibat satu pesawat dengan salah seorang yang positif Covid-19. Saat itu tim Merah Putih terbang dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021).
Dalam perkembangannya, para atlet dan tim ofisial bulu tangkis Indonesia sudah dinyatakan negatif setelah menjalani uji kesehatan. Namun BWF tetap tidak memperbolehkan tampil dan harus menjalankan isolasi mandiri.
Atas kasus tersebut, PSSI tak mau Timnas Indonesia mengalami kejadian serupa jelang mengikuti tiga laga sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 di UEA. Untuk itu, PSSI berencana menyewa pesawat pribadi, meski diakui biaya yang dibutuhkan cukup mahal.
''Sebenarnya tidak ada regulasi yang mengharuskan tentang apabila di pesawat ada yang terpapar, lalu terkena dampak pada tim kita yang satu pesawat,'' ujar Plt Sekje PSSI, Yunus Nusi, dikutip dalam acara televisi Metro Sport.
''Tapi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mengambil risiko. Walaupun membutuhkan biaya yang besar apa boleh buat, kita harus carter pesawat atau apapun namanya, kita akan usahakan,'' tandasnya.
Sementara itu, Timnas Indonesia diwajibkan terbang ke UEA untuk tiga laga sisa Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pasukan Shin Tae-yon akan melawan Thailand, UEA, dan Vietnam.
Pertandingan melawan Thailand dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni, adapun melawan Vietnam digelar empat hari setelahnya. Lalu, laga kontra UEA bergulir pada 11 Juni.
Adapun Timnas Indonesia sudah dipastikan tak akan lolos ke Piala Dunia 2022 karena menelan lima kekalahan beruntun di Grup G.
Baca Juga: Sejarah BWF, Federasi Bulu Tangkis Dunia
Namun, tim asuhan Shin Tae-yong masih berpeluang untuk mengejar babak play-off Piala Asia 2023 andai mampu menyapu bersih tiga laga akhir dengan kemenangan.
Tag
Berita Terkait
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ibu Asli Bali, Lahir di Malang, Pemain Ini Lebih Pilih Bela Timnas Belanda
-
Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan
-
Beda dengan PSSI, AFC, dan CONCACAF Serang Infantino Secara Terbuka
-
Ungkap Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia, Prabowo: Harus Terus Berbenah!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana