Suara.com - Nama Juan Cala mendadak ramai diperbincangkan. Penyebabnya, pemain Cadiz itu baru saja melakukan tindakan rasis terhadap bek Valencia, Mouctar Diakhaby.
Insiden tersebut terjadi saat laga Cadiz vs Valencia dalam lanjutan Liga Spanyol di Estadio Ramon de Carranza, Minggu (5/4/2021) malam WIB. Memasuki menit ke-30, pemain tim berjuluk Kelelawar melakukan mogok setelah Diakhaby mendapat perlakuan rasisme dari Cala.
Cala diduga melontarkan kalimat tidak pantas saat kedua pemain beragumen. Alhasil, Diakhaby dan Cala sempat bersitegang di tengah lapangan.
Para pemain Valencia kemudian meninggalkan lapangan sebagai protes kepada Diakhaby yang menerima penghinaan rasial. Namun bek asal Prancis itu yang meminta para pemain untuk melanjutkan permainan.
Setelah 20 menit, Valencia akhirnya memutuskan untuk kembali bermain. Namun Diakhaby justru diganti oleh Hugo Guillamon.
Akibat perilaku rasisnya, Cala kena getahnya sendiri. Pemain 31 tahun itu banjir hujatan yang memenuhi akun Instagram pribadinya.
Adalah unggahan terbaru Cala sebelum melawan Valencia yang jadi luapan emosi warganet. Komentar pedas pun membanjiri kolom komentar.
''Jangan datang jika Anda tidak memiliki ide sialan tentang apa yang dikatakan,'' kata salah satu warganet.
''Tidak ada rasisme,'' kecam warganet lainnya.
Baca Juga: Video: Pemain Valencia Mouctar Diakhaby Jadi Korban Rasis saat Lawan Cadiz
''Sayangnya, sedikit kesopanan, tolong, Anda sudah cukup dewasa untuk tahu bagaimana menghormati orang, sangat disesalkan,'' sahut warganet lainnya.
Sementara itu, Cadiz berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 berkat gol dari Juan Cala (14') dan Marcos Mauro (88'). Sementara Valencia membalas satu gol lewat aksi Kevin Gameiro (19').
Berita Terkait
-
Krisis Striker Barcelona, Anthony Gordon Siap Main sebagai Nomor 9
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Carlos Espi Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Jose Mourinho: Kami Beruntung
-
7 Fakta Menarik Transfer Rodri ke Barcelona: Dari Reuni Juara Dunia hingga Ganti Nama Jersey
-
Skandal Rasisme Media Inggris, Kemarahan Rakyat di Balik Kematian Profesor Cambridge
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Telin Perluas Jejak Ekosistem Digital Global Melalui Empat Kemitraan Strategis di BATIC 2026
-
Cinta Terlarang Berujung Teror: Karyawan SPPG di Tuban Peras Istri Orang Pakai Video Intim
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
-
Desain Tak Lagi Milik Profesional, IM3 Buka AI dan Adobe Express untuk 15 Ribu Kreator hingga UMKM
-
Ruang Kelas Ambruk: Siswa SDN 3 Wonorejo Belajar di Bawah Tenda Darurat
-
Menhut Raja Juni Sebut Karhutla di Riau Terus Mengecil
-
Serum Viva Warna Biru untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, dan Review Pengguna
-
Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam
-
Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS
-
Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat