Suara.com - Persib dan PSS masih sama-sama punya peluang untuk memenangi leg pertama babak semifinal Piala Menpora. Berduel di Stadion Maguwoharjo, Jumat (16/4/2021), kedua tim untuk sementara bermain imbang 1-1 di babak pertama.
Dalam pertandingan tersebut, PSS unggul lebih dulu di menit 21 lewat gol Saddam Emiruddin. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit, Victor Igbonefo menyelamatkan Persib dari kekalahan di babak pertama.
Jalannya Pertandingan
Persib Bandung sudah mulai memberikan tekanan kepada PSS Sleman sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Tempo permainan cukup tinggi karena ada beberapa pelanggaran di awal laga.
Sampai dengan menit ke-10 PSS belum bisa berbuat banyak. Super Elang Jawa masih kesulitan membongkar pertahanan Persib Bandung.
PSS bisa membuka keunggulan pada menit ke-19. Umpan terobosan yang sangat manis dari Samsul Arifin mampu diselesaikan dengan baik oleh Saddam Emiruddin Gaffar. Skor 1-0 untuk PSS.
Tak butuh waktu lama, Persib berhasil menyamakan kedudukan pada menit 22. Berawal dari tendangan penjuru, Victor Igbonefo mampu menggetarkan gawang PSS Sleman. Skor menjadi 1-1.
Masih belum ada gol tambahan hingga pertandingan sampai dengan menit ke-35. Kedua tim masih saling menyerang satu sama lain supaya bisa kembali mencetak gol.
PSS Sleman lebih banyak menekan pertahanan Persib di akhir-akhir babak pertama ini. Akan tetapi, Nick Kuipers dan kawan-kawan masih sangat apik menjaga lini pertahanan, sehingga tidak ada gol yang tercipta.
Baca Juga: Bongkar Borok Mourinho, Pogba Puji Kepemimpinan Ole di Manchester United
Namun, hingga turun minum skor sama kuat 1-1 tidak berubah.
Susunan pemain
Persib Bandung (4-3-3): I Made Wirawan; Ardi Idrus, Henhen Herdiana, Nick Kuipers, Victor Igbonefo; Dedi Kusnandar, Esteban Vizcarra, Farshad Noor; Febri Hariyadi, Frets Butuan, Ferdinand Sinaga.
Pelatih: Robert Albert (Belanda).
PSS Sleman (4-3-3): Ega Rizky; Aarons Evans, Fabiano Beltrame, Bagus Nirwanto, Samsul Arifin; Kim Jeffrey, Mario Maslac, Arsyad Yusgiantoro; Irfan Jaya, Saddam Emiruddin Gaffar, Nicolas Velez.
Pelatih: Dejan Antonic (Serbia).
Berita Terkait
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
PSSI Beri Lampu Hijau! Persija Resmi Boleh Hadapi Persib di SUGBK 12 September
-
Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia
-
Haram Lengah! Persib Bandung Diminta Tampil Sempurna saat Hadapi Manila Digger
-
Belum Kantongi Izin Polisi, Duel Persija vs Persib Bisa Batal Digelar di SUGBK
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil
-
Persija Hancurkan Brisbane Roar di JIS
-
Voting Jadi Penentu Ketua Umum PBNU
-
DPR Ungkap 13 Tindak Pidana yang Bisa Dikenai RUU Perampasan Aset
-
Jakmania Boikot Launching Persija Jakarta, Bung Ferry Sampaikan Peringatkan
-
Diwarnai Aksi Boikot Jakmania, Persija Kenalkan 29 Pemain dan Jersey Baru Merah Menyala
-
Rilis Skuad dan Jersey Musim 2026/2027, Bhayangkara Presisi Lampung FC Bidik Tiga Besar Super League
-
Ini 5 HP Bekas Murah 2-4 Jutaan dengan Skor AnTuTu 11 Tembus Sejuta, Main Game Berat Lancar!
-
SE Menkomdigi soal Perlindungan Kuota Internet Sudah Tepat, Tak Perlu Tergesa Revisi Aturan
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang