Suara.com - Timnas Indonesia menjajal kekuatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga pamungkas mereka di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
45 menit babak pertama berlangsung Zabeel Stadium, Dubai, UEA, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB, UEA praktis terlalu kuat bagi Timnas Senior Indonesia.
UEA unggul 2-0 saat half-time lewat gol penyerang maut mereka, Ali Mabkhout pada menit ke-25, serta gol gelandang serang berdarah Brasil, Fabio Lima pada menit ke-28.
Di Zabeel Stadium, sampai menit ke-20, UEA menampilkan permainan cepat dengan bola-bola pendek dari kaki ke kaki. UEA praktis lebih menguasai permainan dan juga lebih sering melancarkan serangan-serangan.
Di sisi lain, Timnas Indonesia masih kesulitan menembus pertahanan UEA.
Menit ke-23, UEA membuka keunggulan lewat striker Ali Mabkhout. Striker 30 tahun yang tengah on fire itu bikin gol usai menerima bola muntah dari sepakan Khalfan Mubarak.
Gol itu bermula dari umpan Makbkhout kepada Mubarak. Usai masuk ke kotak penalti Indonesia, Mubarak melepaskan tendangan kaki kanan yang masih bisa diblok kiper Muhammad Riyandi.
Sayang, bola liar yang masih bergulir di depan gawang terlambat diantisipasi pertahanan Indonesia dan lebih dahulu disambar Makbkhout menjadi gol.
Hanya berselang tiga menit setelah gol itu, lantas Fabio Lima menggandakan kedudukan bagi UEA lewat sundulan usai memanfaatkan umpan silang Mahmoud Al Hammadi.
Baca Juga: Susunan Pemain Timnas Indonesia vs UEA, Laga Pamungkas Kualifikasi Piala Dunia
Umpan yang dilepaskan Al Hammadi itu bermula dari kesalahan Rizky Ridho saat membuang bola.
Setelah merebut bola, Al Hammadi langsung melepaskan umpan silang ke kotak penalti, yang berhasil ditanduk dengan baik oleh Lima ke sudut kanan gawang Riyandi.
Tertinggal 0-2, Timnas Indonesia sendiri sejatinya memiliki kesempatan untuk memperkecil skor pada menit ke-37.
Ini setelah kapten UEA, Walid Abbas handsball di kotak terlarang usai menahan tendangan Asnawi Mangkualam.
Sayang, gelandang andalan sekaligus kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas yang menjadi eksekutor gagal mengonversi penalti menjadi gol.
Sepakan Evan Dimas ke sisi kiri bawah gawang UEA berhasil dibaca dan dibendung kiper Ali Khaseif.
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, John Herdman Akui Kalah Taktik, Rizky Ridho Minta Maaf
-
Cek Fakta: Benarkah PSG Ingin Rekrut Bek Timnas Indonesia Jay Idzes?
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Timnas Indonesia vs Singapura: Awas Ketajaman Striker Berdarah Pacitan
-
Kata-kata Jordi Amat Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam di Piala AFF 2026
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung