Suara.com - Fenomena pesepakbola kembar jadi daya tarik tersendiri bagi dunia sepakbola. Beberapa dari mereka bahkan berhasil punya karier yang cukup bersinar baik di level klub maupun tim nasional.
Melansir BolaTimes --jaringan Suara.com, setidaknya ada lima pesepak bola kembar yang memiliki karier cukup baik.
Beberapa dari lima bersaudara ini sempat juga bermain dalam satu klub yang sama, dan kemudian menorehkan performa yang cukup impresif.
Berikut 5 pesepakbola kembar yang punya karier cukup bersinar dalam periode yang sama.
1. Frank de Boer dan Ronald de Boer
Fans Timnas Belanda pasti tidak asing dengan nama Frank de Boer. Dia adalah salah satu penggawa Tim Oranje yang cukup punya nama saat masih berkarier sebagai pemain.
Namun, pria yang baru saja dipecat dari kursi pelatih Timnas Belanda usai Euro 2020, ternyata punya saudara kembar bernama Ronald de Boer.
Saat masih aktif bermain, keduanya tak hanya bersinar di skala klub saja. Mereka bahkan pernah sama-sama memperkuat tim nasional Belanda dalam laga internasional.
Duetnya diakui dan digunakan oleh Glasgow Ranger dan Barcelona. Kini keduanya fokus pada karir kepelatihan.
Baca Juga: Memphis Depay: Gabung Barcelona adalah Langkah Besar dalam Karier Saya
2. Fabio da Silva dan Rafael da Silva
Pesepak bola kembar lainnya datang dari Brasil yakni Fabio da Silva dan Rafael dan Silva. Kedua pemain punya karier yang cukup mentereng saat sama-sama memperkuat Manchester United.
Namun periode kesuksesan mereka bersama Setan Merah tak berlangsung lama. Fabio da Silva lebih dulu hengkang untuk bergabung dengan Queens Park Ranger, di susul oleh Rafael yang hijrah ke Olympique Lyon.
Fabio saat ini bermain di FC Nantes setelah hengkang dari Middlesbrough pada 2018 lalu. Sementara Rafael tengah berkarier bersama Basaksehir usai kontraknya tak diperpanjang Lyon pada 2020 lalu.
3. Hamit Altintop dan Halil Altintop
Pernah tercatat membela Schalke 04, dua pemain kembar asal Turki ini lahir pada 1982 lalu. Keduanya meramaikan Liga Jerman pada era keemasannya, hingga puncaknya Hamit Altintop ditarik ke Real Madrid.
Tag
Berita Terkait
-
Tersingkir di 16 Besar Euro 2020, Frank de Boer Resmi Berpisah dengan Timnas Belanda
-
Digaji Rp4 Miliar Perbulan, Bagus Kahfi Ogah Gabung Persis Solo dan Rans Cilegon FC
-
Belanda Didepak Ceko, Frank de Boer: Kami Lebih Baik Sebelum Kartu Merah
-
Prediksi Belanda vs Republik Ceko di 16 Besar Euro 2020, 27 Juni 2021
-
Donyell Malen atau Wout Weghorst, Dilema Pelatih Belanda Jelang Babak 16 Besar Euro 2020
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Makin Viral Jelang 9.9! Kolaborasi Shopee bersama Naykilla & Tenxi Ramai Dibicarakan Netizen
-
Setengah Abad Semrawut, 614 Pedagang di Kramat Jati Kini Dapat Lokasi Baru
-
Demo Berujung Bentrok di Simpang Gramedia Jogja, 6 Mahasiswa Dilarikan ke RS Panti Rapih
-
Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?
-
Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
-
Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu
-
Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP
-
Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental
-
Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla