Suara.com - Performa brilian Donyell Malen di pertandingan terakhir babak penyisihan grup melawan Makedonia Utara telah memicu perdebatan tentang apakah penyerang PSV Eindhoven harus menjadi starter bersama Memphis Depay di lini depan Belanda di babak 16 besar Euro 2020.
Tim berjuluk Oranje menyapu bersih poin di tiga pertandingan dan keluar sebagai juara Grup C. Striker Wolfsburg Wout Weghorst memulai dua pertandingan pertama Belandan menghadapi Ukraina dan Austria sebelum Malen mendapat kesempatan ketika melawan Makedonia Utara di laga pamungkas.
Di babak 16 besar Euro 2020, tim besutan Frank de Boer akan menghadapi Republik Ceko. Laga tersebut akan digelar 27 Juni di Puskas Arena.
Jelang laga hidup mati tersebut, Frank de Boer dihadapkan pada dua pilihan; Malen atau Weghorst yang mengisi lini depan menemani sang kapten Memphis Depay.
Meskipun tidak mencetak gol melawan Makedonia Utara, Malen berpartisipasi dalam ketiga gol yang dicetak oleh timnya. Kerja samanya dengan Depay di lini depan Oranje patut diacungi jempol.
Malen dan Depay terus-menerus bertukar posisi di sepanjang laga sehingga membuat pertahanan Makedonia kesulitan menghentikan pergerakan dua pemain tersebut.
Malen masuk skuad Euro 2020 setelah menjalani musim gemilang bersama PSV. Bersama PSV musim lalu, Malen mengemas 27 gol di semua kompetisi, sementara Weghorst mencetak 20 gol di Bundesliga.
“Di babak kedua saya akan selalu memulai Malen dan bukan dengan Weghorst,” kata mantan striker Belanda Roy Makaay kepada De Telegraaf.
“Dengan duet Malen-Depay [dalam serangan], permainan tim nasional jauh lebih beragam. Itu terlihat saat melawan Makedonia Utara."
Baca Juga: Fakta Menarik Fase Grup Euro 2020: Rekor Cristiano Ronaldo Hingga Deretan Gol Bunuh Diri
"Jika Depay tampil sebagai penyerang, Malen memulai dari kiri dan sebaliknya. Belanda jauh lebih sulit bertahan [melawan Makedonia Utara] daripada duel sebelumnya."
Dengan Luuk de Jong absen karena cedera, Weghorst mencetak gol di laga pembuka, sementara Malen menghasilkan dua assist melawan Makedonia Utara.
Mantan striker Pierre van Hooijdonk berpendapat bahwa Malen adalah pilihan yang tepat untuk mendampingi Depay di fase gugur.
"Jika Oranje ingin mencapai sesuatu di Kejuaraan Eropa ini, De Boer harus menurunkan Malen melawan lawan terberat," kata Van Hooijdonk.
"Itulah satu-satunya cara tim Belanda ini memiliki kesempatan untuk menjadi juara Eropa."
Tag
Berita Terkait
-
Wasit yang Batal Pimpin Laga Piala Dunia 2026 Ditemukan Tewas Tak Wajar di Tempat Umum
-
Kata-kata Bomber Timnas Indonesia Ole Romeny Lanjutkan Karier di Fortuna Sittard
-
Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda
-
Sang Maharani: Ketika Rumah Sendiri menjadi Tempat yang Paling Berbahaya
-
Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
-
Gagal Tembus Patung Kuda, Massa Aliansi Rakyat Tertahan Barikade Polisi
-
Ditengah Kelangkaan, Harga Pertalite dan Biosolar Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026
-
TPPO Kerap Berawal dari Penempatan Pekerja Migran Ilegal
-
Krisis Identitas Gen Z: Saat Algoritma dan Media Sosial Membentuk Jati Diri
-
The Killing Vote: Potret Kegagalan Hukum yang Melahirkan Vigilantisme
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti