-
Sambungan rel kereta api ada celahnya untuk mencegah risiko rel membengkok.
-
Pemuaian batang baja rel terpicu oleh sinar matahari dan gesekan roda.
-
Ukuran celah rel kereta api dihitung presisi agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Suara.com - Pernahkah memperhatikan celah renggang pada sambungan besi rel kereta api? Rupanya hal itu bukan tanpa sebab.
Rahasia di balik celah pada sambungan rel kereta api ternyata berhubungan erat dengan prinsip fisika pemuaian zat padat demi menjaga keselamatan perjalanan rel kereta.
Lantas, mengapa sambungan rel kereta api ada celahnya? Simak ulasannya di bawah ini.
Mencegah Rel Bengkok Akibat Pemuaian
Rel kereta api terbuat dari bahan baja yang peka terhadap perubahan suhu. Batang baja ini bisa memanjang saat panas dan memendek saat dingin.
Suhu tinggi pada rel biasanya dipicu oleh teriknya sinar matahari serta gesekan dahsyat dari roda kereta yang sedang melintas.
Saat suhu panas, batang besi rel akan mengalami pemuaian dan bertambah panjang. Celah pada sambungan memberi "ruang bernapas" agar rel dapat memanjang tanpa saling bertabrakan.
Jika sambungan rel dibuat rapat tanpa celah, besi yang memuai akan saling dorong dengan kuat.
Akibatnya, rel bisa tertekan hebat hingga membengkok ke samping atau terangkat ke atas (track buckling). Jalur yang bengkok ini sangat berbahaya karena bisa membuat kereta anjlok.
Mengapa Ukuran Celah Harus Pas?
Pada jalur rel kereta api tradisional, celah keselamatan ini biasanya dipasang setiap jarak 12 hingga 24 meter. Ukuran celahnya tidak boleh asal-asalan dan harus dihitung secara presisi.
Baca Juga: Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP
Jika celah terlalu lebar, hantaman roda kereta saat melintasi sambungan akan terasa keras, sehingga berpotensi mempercepat kerusakan pada besi rel maupun roda kereta.
Sebaliknya, jika celah terlalu sempit, rel tidak memiliki cukup ruang saat cuaca sangat panas. Tekanan di dalam besi akan menumpuk dan berisiko mengubah posisi jalur perlintasan.
Perawatan Rutin oleh Teknisi
Suhu udara selalu berubah, mulai dari panas terik di siang hari hingga dingin di malam hari. Hal ini membuat ukuran celah rel berubah secara alami setiap saat.
Oleh karena itu, petugas teknisi perkeretaapian selalu rutin mengukur dan merawat celah rel agar ukurannya tetap pas dan aman dilintasi.
Celah kecil pada rel menjadi bukti nyata bagaimana ilmu fisika sederhana dimanfaatkan untuk menjaga keselamatan ribuan penumpang kereta api setiap harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Mengapa Sambungan Rel Kereta Api Ada Celahnya? Ini Alasannya
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
-
Petaka di Balik Porsi MBG: 431 Santri Sidoarjo Tumbang, 19 Sekolah Siaga Satu
-
Waskita Karya Digitalisasi Pembayaran Proyek, Jadi Perusahaan Konstruksi Pertama Bersertifikasi SNAP
-
Jelang Tur Konser KATSEYE, Sophia Putuskan Skip Demi Kesehatan Mental
-
Kasus ISPA Meningkat di Seluruh Provinsi Kalimantan akibat Asap Karhutla
-
BEI Targetkan Penghapusan Harga Minimum Rp50 Berlaku Akhir September
-
Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter