Suara.com - Sepak bola dikenal olahraga yang identik dengan statistik. Terkadang adanya statistik ini kerap menghadirkan rekor-rekor mencengangkan.
Rekor-rekor yang terjadi di dunia sepak bola tak selalu identik dengan catatan hebat. Ada pula catatan nyeleneh yang kadang tak masuk di akal dan sulit untuk diulangi atau dipecahkan. Salah satu contohnya adalah gol sundulan terjauh.
Berbeda dengan kaki, penggunaan kepala dalam sepak bola tak memiliki kekuatan mumpuni. Jadi jarang ada sundulan dari tengah lapangan yang berbuah gol seperti halnya menggunakan kaki.
Tapi hal tersebut tak berlaku untuk Jone Samuelsen yang menciptakan gol lewat kepalanya dari jarak 58,13 meter atau setengah lapangan lebih. Gol tersebut dibuat Samuelsen pada 2011 lalu saat dirinya membela tim Odd Ballklubb kala menghadapi Tromso.
Samuelsen mencetak golnya memanfaatkan serangan balik. Saat rekannya melepaskan bola lambung dari lini pertahanan, bola dihadang pemain lawan.
Bola pantul pun hadangan lawan langsung dibalas tandukan Samuelsen. Kiper lawan yang ada di pertahanan Odd pun tak bisa berbuat banyak melihat bola bergulir masuk ke gawangnya.
Selain rekor gol sundulan terjauh dari Samuelsen, masih ada beberapa rekor tak masuk di akal lainnya di dunia sepak bola. Berikut deretan rekor nyeleneh dalam sejarah sepak bola.
1. 36 Kartu Merah dalam 1 Laga
Di laga sepak bola di Argentina, seorang wasit mengeluarkan 36 kartu merah sekaligus untuk kedua kesebelasan yang berlaga yakni Claypole dan Victoriano Arenas.
Baca Juga: Mengapa Selebrasi Buka Baju Dilarang?
36 kartu merah itu ia berikan kepada seluruh komponen kedua tim yang terlibat perkelahian massal di tengah-tengah laga.
2. Debutan Termuda
Biasanya, para pesepak bola melakukan debut di kancah profesional pada usia paling muda, yakni 16 tahun.
Namun di Divisi 4 Liberia, seorang anak bernama Eric Marshall melakukan debut di sepak bola profesional saat usianya baru 11 tahun.
3. Kartu Merah Terbanyak
Sergio Ramos dikenal sebagai pemain top yang kerap mendapat kartu merah. Namun, torehan Ramos itu masih kalah dengan Gerardo Bedoya.
Berita Terkait
-
Budaya Blokecore: Ekspresi Gaya Hidup Urban Pencinta Sepak Bola
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Piala Dunia 2026: Akankah Messi dan Argentina Kembali Berpesta?
-
Daftar Rekor Lionel Messi di Piala Dunia Hingga 2026, Jarang Diketahui Publik
-
Rekor Gol ke-17 Lionel Messi di Piala Dunia 2026 Tuai Kontroversi, Peter Schmeichel: Tak Sah!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey