Suara.com - Timnas putri Swedia dan Kanada meminta penyelenggara Olimpiade menggeser waktu pertandingan perebutan medali emas sepak bola putri yang diperkirakan akan panas pada Jumat (6/8/2021) di Olympic Stadium Tokyo untuk menghindari panas terik pada musim panas di Jepang.
Suhu di lintasan stadion atletik mencapai 40 derajat pada awal pekan ini, dan karena pertandingan perebutan medali putri akan digelar pada pukul 11.00 waktu setempat (0200 GMT), kedua tim menyampaikan kekhawatiran akan kenyamanan pemain.
"Saya pribadi telah melakukan kontak dengan (badan sepak bola dunia) FIFA hari ini dan menulis surat kepada mereka, jadi di situlah situasinya hari ini," kata Marika Domanski Lyfors, kepala tim putri Swedia, kepada wartawan seperti dikutip Antara dari Reuters, Rabu.
"Ini utamanya demi kesehatan para pemain yang kami pikirkan dan berusaha untuk mengubah waktu pertandingan. Ada perbedaan cukup besar antara bermain pada siang dan petang hari, dan kami sangat terpapar panas dan terik," katanya.
Asosiasi Sepak bola Swedia (SvFF) mengatakan mereka juga menulis surat kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersama dengan Kanada untuk melihat apakah pertandingan bisa digeser.
"Jika kami harus bermain pada pukul 11 pagi maka kami sudah siap, namun jelas akan jauh lebih baik untuk performa dan pertandingannya jika ada kemungkinan dimainkan belakangan. Kanada punya pendapat yang sama persis," kata Domanski Lyfors.
Berita Terkait
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Benamkan Kanada, Maroko Buka Peluang Menuju Final Piala Dunia 2026?
-
Ounahi Menggila, Maroko Tekuk Kanada 3-0 dan Siap Hadapi Prancis di 8 Besar
-
Jesse Marsch: Kami Lebih Baik di Babak Pertama, Maroko 'Ngegas' di sepertiga Akhir Laga
-
Prediksi Kanada vs Maroko: Adu Lini dan Taktik Demi Tiket Perempat Final
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Mengulas Warisan Abadi Romcom Remaja dalam Film 10 Things I Hate About You
-
6 Sunscreen Anti Aging yang Mengandung Bahan Alami sesuai Review dan Harga
-
Febrie Adriansyah Kalah! Hakim Tolak Praperadilan Status Tersangka dan Penahanan Kasus TPPU
-
Jakmania Boikot Persija, Rizky Ridho Akhirnya Angkat Bicara: Kami Butuh Kalian!
-
Awas Ketipu Angka Palsu! Ini Cara Cek Odometer Motor Bekas yang Asli Belum Direset
-
Andalkan AI Benahi Desil, Luhut: Orang Tak Bisa Sembunyikan Data Lagi
-
322 Orang Ditangkap Buntut Demo 27 Agustus, 48 Jadi Tersangka
-
Pengembangan PLTP Makin Masif, Industri EPC Ikut Kecipratan
-
66 Orang Sudah Dipecat, Ini Alasan Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Jam 2 Pagi
-
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage di Indonesia