Bola / Bola Indonesia
Kamis, 28 Mei 2026 | 12:05 WIB
Pratama Arhan (IG Pratama Arhan)
Baca 10 detik
  • Garudayaksa FC membidik Pratama Arhan dan Witan Sulaeman untuk memperkuat skuad Super League.
  • Witan Sulaeman bisa didatangkan gratis, sedangkan Arhan membutuhkan biaya transfer dari Bangkok United.
  • Perpindahan ini menjadi peluang emas bagi kedua pemain untuk kembali ke Timnas Indonesia.

Suara.com - Klub promosi Garudayaksa FC langsung menggebrak bursa transfer dengan membidik dua pilar berlabel Timnas Indonesia sekaligus. Ambisi besar sang juara Championship ini menjadi sinyal ancaman serius bagi peta persaingan kasta tertinggi kompetisi domestik.

Langkah berani ini dinilai bukan sekadar berburu popularitas demi menaikkan nilai jual klub di kasta tertinggi. Strategi memulangkan para penggawa luar negeri diprediksi menjadi poros utama kebangkitan prestasi sang pemain sekaligus klub.

Kabar mengenai perpindahan posisi ini pertama kali mencuat melalui unggahan informasi di media sosial dari akun sepak bola nasional.

Pratama Arhan (Instagram/pratamaarhan8)

“BREAKING: Pratama Arhan (LB/24th) dikabarkan bakal bergabung dengan klub promosi, Garudayaksa FC. Musim ini Arhan bermain di Thai League,” tulis @gosball.

Spekulasi tersebut semakin menguat setelah adanya indikasi kuat bahwa lini serang tim juga akan diperkuat nama besar lain. Rumor ini menandakan adanya proyeksi jangka panjang untuk membangun kekuatan lokal yang solid.

“Witan dan Arhan berpeluang untuk bermain di klub yang sama,” sambung akun pemain.keduabelass.

Manajemen Garudayaksa FC berpeluang besar mengamankan jasa Witan Sulaeman secara gratis pada jendela transfer musim panas ini. Berdasarkan data teranyar, masa bakti sang penyerang sayap bersama tim ibu kota akan segera kedaluwarsa.

Bek Kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan (instagram.com/pratamaarhan8)

Situasi finansial yang menguntungkan ini membuat manajemen dapat mengalihkan anggaran untuk memenuhi permintaan fasilitas atau bonus sang pemain. Kehadirannya diharapkan mampu mendongkrak produktivitas lini depan tim yang baru naik kasta.

Ketajaman pemain berusia 24 tahun tersebut memang sempat meredup sepanjang mengarungi kompetisi Super League musim ini. Ia tercatat hanya mampu menyumbangkan satu gol serta empat umpan matang dari total 19 pertandingan.

Baca Juga: John Herdman Dapat Amunisi Baru, Dua Pemain Diaspora Australia Segera Dinaturalisasi

Di sisi lain, upaya mendatangkan Pratama Arhan dipastikan bakal menguras isi dompet manajemen lebih dalam. Sang bek kiri tangguh diketahui masih terikat komitmen profesional dengan kontestan Liga Thailand hingga pertengahan tahun depan.

Garudayaksa FC wajib melayangkan proposal tebusan resmi kepada Bangkok United jika ingin menyudahi karier abroad sang pemain. Tantangan cedera lutut sempat membatasi menit bermain sang pemain sehingga hanya mengemas 15 laga musim ini.

Keputusan merapat ke Garudayaksa FC otomatis akan menyudahi pengembaraan panjang sang pemain bertahan di luar negeri sejak 2022. Rekam jejaknya tercatat pernah membela Tokyo Verdy di Jepang, Suwon FC di Korea Selatan, hingga Bangkok United.

Penurunan menit bermain di luar negeri disinyalir menjadi alasan utama untuk mencari atmosfer baru di kompetisi tanah air. Bermain reguler di kompetisi domestik menjadi opsi paling realistis untuk mengembalikan sentuhan terbaik mereka.

Performa konsisten di level klub nantinya dipercaya akan membuka kembali pintu pemanggilan ke skuad Garuda di masa depan. Persaingan ketat di bawah asuhan tim kepelatihan nasional menuntut pembuktian performa mingguan yang impresif.

Saat ini, kedua pemain tersebut berada dalam situasi yang berbeda terkait panggilan membela lambang Garuda di dada. Pratama Arhan tercatat terakhir kali mengenakan jersi merah putih pada era kepelatihan Shin Tae-yong sebelumnya.

Sementara itu, Witan Sulaeman justru sedang mempersiapkan diri bersama skuad utama dalam agenda pemusatan latihan menjelang Piala AFF 2026. Momentum transfer ini bisa menjadi titik balik krusial bagi karier sepak bola kedua bintang tersebut.

Load More