Suara.com - Pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman mengatakan bahwa gol Persib yang dilesakkan Marc Klok pada pertandingan Liga 1 2021-2022, Sabtu (4/9/2021), terjadi karena skuadnya kurang konsentrasi terutama menjelang akhir laga.
"Kami kehilangan fokus pada 10 menit terakhir, momen yang saya sebut 'danger time'," ujar Djadjang dalam konferensi pers virtual pascalaga yang diikuti di Jakarta.
Gol tersebut, juru taktik berusia 62 tahun itu melanjutkan, mencoreng penampilan bagus anak-anak asuhnya sejak babak pertama.
Gol Klok sendiri tercipta melalui tendangan bebas pada menit ke-86. Menyepak dari sisi kanan pertahanan Barito Putera, bola melayang lalu masuk ke dalam gawang tanpa bisa diantisipasi oleh kiper maupun pemain "Laskar Antasari" yang berkerumun di kotak penalti.
Menurut Djadjang, gol itu sebenarnya bisa saja dihindarkan andai pemainnya waspada. Sebab, kemungkinan Persib membuat gol via "set piece" sudah diperkirakan dan diperhitungkan dalam latihan.
"Kami sudah mengantisipasi potensi gol dari set piece ini. Namun, ketika itu terjadi, semua pemain sepertinya membiarkan saja bola masuk. Penjaga gawang kami, Riyandi (Muhammad Riyandi-red) juga kurang jeli melihat alur datangnya bola," jelas pelatih yang akrab disapa Djanur seperti dikutip Antara.
Kapten Barito Putera Rizky Pora juga menyadari kelemahan dia dan rekan-rekannya di lapangan.
Meski begitu, Rizky tak ingin larut dalam kekecewaan. Dia bertekad memperbaiki diri agar lebih baik saat menghadapi laga-laga berikutnya.
"Kami memang harus meningkatkan konsentrasi. Setelah ini tentu akan ada evaluasi. Masih banyak pertandingan ke depan," kata pesepak bola asal Ternate itu.
Baca Juga: Borneo FC Permalukan Persebaya, Mario Gomez Puas
Kekalahan dari Persib membuat Barito Putera menduduki posisi ke-15 klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2021-2022. Sementara Persib kini menghuni peringkat enam dengan koleksi tiga poin.
Berita Terkait
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
AFC Tolak Banding Persib, Maung Bandung Tampil Tanpa Bobotoh Hadapi Manila Digger
-
Tak Ambil Pusing Bali United Ditekuk Sabah FC, Johnny Jansen Fokus Lawan Persib
-
Kapan Persib Melantai di Pasar Modal? Ini Bocorannya
-
Marc Klok Sebut Laga Lawan Sabah FC dan Bali United Penting untuk Persib
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
-
Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant
-
Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara
-
Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW