- OJK mencatat utang pinjaman daring masyarakat mencapai Rp106,94 triliun dengan pertumbuhan 22,07 persen pada Agustus 2026.
- Tingkat risiko kredit macet pinjaman daring secara agregat meningkat menjadi 4,73 persen pada Agustus 2026.
- Pembiayaan Buy Now Pay Later oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 36,57 persen dengan nilai Rp13,61 triliun.
Suara.com - Utang masyarakat di Industri Pinjaman Daring (Pindar) terus naik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan outstanding pembiayaan sebesar 22,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman mengatakan, pembiayaan Pindar pada Agustus 2026 mencapai Rp106,94 triliun.
"Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 22,07 persen yoy (Juli 2026: 24,76 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp106,94 triliun," katanya dalam paparannya secara virtual, Selasa (6/10/2026).
Namun, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 meningkat menjadi 4,73 persen, dari 4,32 persen pada Juli 2026.
"Perkembangan industri pembiayaan terus kami cermati, termasuk pertumbuhan pembiayaan dan kualitas risikonya. OJK akan terus melakukan pengawasan untuk menjaga agar perkembangan industri tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan," kata Agusman.
Sementara itu, berdasarkan informasi dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 36,57 persen yoy pada Agustus 2026.
Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan pada Juli 2026 yang mencapai 54,65 persen yoy.
Nilai pembiayaan BNPL tercatat sebesar Rp13,61 triliun. Adapun rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross berada di level 3,03 persen, sama seperti posisi pada Juli 2026.
Di sektor modal ventura, pembiayaan pada Agustus 2026 tumbuh 1,05 persen yoy. Kondisi tersebut berbalik dari Juli 2026 yang masih mengalami kontraksi sebesar 0,46 persen yoy. Nilai pembiayaan modal ventura pada Agustus 2026 tercatat sebesar Rp16,50 triliun.
Adapun pada industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM), penyaluran pembiayaan pada Agustus 2026 terkontraksi 0,33 persen yoy menjadi Rp1,05 triliun.
Kontraksi tersebut sedikit membaik dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 0,40 persen yoy.
Di sisi lain, simpanan pada industri LKM tumbuh 7,70 persen yoy pada Agustus 2026 menjadi Rp0,63 triliun. Pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar 8,00 persen yoy.