Suara.com - Gelandang Chelsea, Kai Havertz, percaya bahwa kompatriotnya di timnas Jerman, Timo Werner masih memiliki peran penting untuk skuad The Blues.
Meski kerap "melawak" dan dihujat fans lantaran kerap gagal memanfaatkan peluang-peluang matang menjadi gol, Timo Werner dianggap Havertz punya karakteristik tersendiri.
Tiper permainan Timo Werner disebut Havertz berbeda dengan penyerang anyar yang didatangkan Chelsea di bursa transfer musim panas ini, Romelu Lukaku.
Melansir dari Metro, Sabtu (11/9/2021), Werner hanya mencetak enam gol selama kampanye pertama yang mengecewakan di Liga Inggris musim lalu. Menit bermainnya kian mengecil seiring kedatangan Lukaku dari Inter Milan.
Pemain asal Jerman tersebut mendapat kecaman dari para pendukung setia Stamford Bridge karena kegagalannya mencetak gol. Seorang penggemar bahkan memanggilnya untuk meninggalkan klub selama sesi latihan terbuka baru-baru ini.
Havertz menganggap Lukaku memungkinkan Chelsea bermain dengan lebih fleksibel, tetapi ia juga berpendapat Werner masih merupakan anggota penting tim.
"(Lukaku) membawa banyak hal. Dia striker yang sangat bagus. Saya pikir dia juga tumbuh sebagai pemain dalam beberapa tahun terakhir," kata Havertz kepada Mic'd Up podcast.
"Kita semua tahu seberapa tinggi dan seberapa besar dia (Lukaku). Memiliki dia sebagai (pemain) nomor sembilan bagi kami semua sangat bagus karena saya pikir kami sedikit lebih fleksibel."
"Kami punya Timo misalnya. Dia adalah striker yang selalu berlari di belakang dan selalu menemukan ruang."
Baca Juga: Sempat Menganggur, Mathias Jorgensen Gabung Brentford
Havertz juga memuji kehadiran Lukaku yang menambah ragam tipe Striker di Chelsea, "sekarang kami memiliki tipe striker lain. Sangat menyenangkan memiliki skuat yang besar dan memiliki begitu banyak pemain. (Lukaku) adalah salah satu striker terbaik di dunia."
Sementara Werner gagal mencetak gol sejauh ini, Lukaku telah membuat awal yang mengesankan untuk Chelsea dengan gol pada debut keduanya saat kemenangan 2-0 the Blues melawan Arsenal, diikuti dengan memainkan peran kunci dalam pertandingan seri 1-1 melawan Liverpool di Anfield.
The Blues berharap untuk melanjutkan awal tak terkalahkan mereka musim ini ketika menjamu Aston Villa di Liga Inggris menjamu Aston Villa di fase grup Liga Champions.
Penulis: Jacinta Aura Maharani
Berita Terkait
-
Melunak, Brasil Izinkan Pemainnya Tampil Kembali di Liga Inggris
-
Eks Juru Racik Chelsea Guus Hiddink Pensiun dari Dunia Kepelatihan
-
Chelsea vs Aston Villa: Bebas Cedera, Lukaku Siap Tempur
-
Alasan Utama Thomas Tuchel Boyong Saul Niguez ke Chelsea
-
David Moyes Nantikan Tuah Tiga Rekrutan Anyar West Ham United
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Deadpool & Wolverine: Kekacauan Multiverse yang Penuh Aksi dan Humor
-
Akhir Pekan Makin Hemat! Diskon Grab hingga Rp50.000 Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal