Suara.com - Proses transfer pemain sepak bola memang melibatkan proses yang kompleks dan panjang.
Selain membutuhkan negosiasi antara kedua belah pihak, ada sejumlah ketentuan yang ikut dipertimbangkan dalam hal ini.
Salah satunya yakni kewajiban bagi pemain untuk menjalani tes medis sebelum disodori kontrak oleh klub barunya.
Menariknya, tahap ini sering menggagalkan transfer pemain meski kesepakatan antara kedua belah pihak telah tercapai.
Berikut daftar pesepak bola top yang pernah gagal saat menjalani tes medis.
Patrik Schick sempat menjadi incaran banyak klub ketika tampil apik bersama Sampdoria pada usia 20 tahun. Pada tahun 2017, Juventus pernah berencana mendatangkannya dengan mahar sebesar 30 juta euro.
Setelah tes medis, ternyata ditemukan ada masalah pada jantungnya. Sehingga, Bianconeri batal merekrutnya. Akhirnya, Sampdoria memutuskan melepasnya ke AS Roma dengan status pinjaman.
Baca Juga: Radamel Falcao Ungkap Alasan Pilih Nomor 3 di Rayo Vallecano
Radamel Falcao sempat menjadi salah satu striker berbahaya ketika performanya berada di level puncak.
Namun, ketika menjalani masa pinjaman bersama Manchester United dan Chelsea dari AS Monaco, performanya terbilang biasa-biasa saja.
Bomber timnas Kolombia itu sempat gagal tes medis sehingga harus bertahan di Chelsea hingga akhir musim.
Falcao baru bisa kembali ke AS Monaco pada pertengahan tahun 2016 dan sukses membawa timnya itu menjuarai Ligue 1 pada akhir musim.
3. Nabil Fekir
Liverpool pernah melancarkan operasi transfer besar-besaran untuk mencari pengganti Philippe Coutinho yang hengkang ke Barcelona.
Berita Terkait
-
Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar
-
Tampil Bugar Hingga Menit Terakhir: Panduan Nutrisi Anti-Lemas untuk Pemain Sepak Bola
-
Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko
-
Profil Timnas Ceko: Akhiri Puasa 20 Tahun, Siap Jadi Kuda Hitam Piala Dunia 2026
-
Leverkusen Bikin Kejutan Besar! Manchester City Dibungkam 2-0 di Etihad
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Gerindra Kaji Komprehensif Putusan MK Soal Anggaran MBG Dipisah dari Pos Pendidikan
-
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Pegadaian Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Keuangan Inklusif
-
5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Bukan Pajeon Biasa! Ini 5 Fakta Menarik Padakjeon, Pancake Korea Tinggi Protein yang Lagi Viral
-
Ogah Tebak Skor Jelang 'El Clasico', Pramono: Saya Berdoa dalam Hati Persija Menang Melawan Persib
-
Mal Berpagar Tinggi Simbol Krisis Kepercayaan, Negara Dinilai Gagal Lindungi Rakyat dan Pengusaha
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang