- Pemain sepak bola di Piala Dunia 2026 melakukan teknik berkumur larutan karbohidrat untuk meningkatkan performa fisik selama bertanding.
- Metode berkumur selama sepuluh detik ini mengirimkan sinyal ke otak agar otot bekerja lebih optimal tanpa kelelahan.
- Teknik tersebut membantu atlet meningkatkan kecepatan dan menghindari gangguan pencernaan tanpa menggantikan kebutuhan asupan nutrisi utama.
Suara.com - Pemandangan pemain sepak bola berkumur lalu memuntahkan cairan saat jeda pertandingan kerap terlihat di Piala Dunia 2026.
Aksi ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari teknik ilmiah untuk meningkatkan performa di lapangan.
Metode tersebut dikenal sebagai carbohydrate mouth rinse atau berkumur dengan larutan karbohidrat.
Teknik ini banyak digunakan atlet olahraga intensitas tinggi seperti sepak bola, lari, hingga balap sepeda.
Para ilmuwan menjelaskan, berkumur dengan cairan berkarbohidrat dapat menipu otak.
Reseptor di mulut mengirim sinyal ke pusat energi dan penghargaan di otak, seolah tubuh mendapatkan asupan energi tambahan.
Efeknya, otot bisa bekerja lebih optimal tanpa cepat merasa lelah.
Karena itu, pemain cukup berkumur selama 5 hingga 10 detik sebelum memuntahkan cairan tersebut.
Sejumlah penelitian menunjukkan teknik ini mampu meningkatkan performa secara signifikan.
Baca Juga: Haaland, Kisah Viking Harald Hardrada, dan Misi Norwegia Ukir Sejarah Baru
Dalam studi Universitas Birmingham, pesepeda yang menggunakan metode ini bisa mencatat waktu lebih cepat hingga satu menit dalam jarak 40 kilometer.
Selain meningkatkan stamina, teknik ini juga membantu menghindari rasa penuh di perut.
Dengan tidak menelan cairan, atlet dapat meminimalkan risiko gangguan pencernaan selama pertandingan.
“Metode ini efektif untuk latihan intensitas tinggi dalam durasi tertentu, tetapi tetap perlu asupan energi nyata,” ujar Lindsay Bottoms, fisiolog olahraga dari University of Hertfordshire dikutip dari O Globo
Cairan yang digunakan biasanya mengandung maltodekstrin, jenis karbohidrat sederhana yang umum ditemukan dalam minuman isotonik.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa teknik ini bukan pengganti konsumsi nutrisi secara penuh.
Pada akhirnya, pemain tetap membutuhkan asupan karbohidrat yang cukup untuk menjaga energi selama 90 menit pertandingan.
Teknik berkumur ini hanya menjadi strategi tambahan untuk menjaga performa tetap maksimal.
Berita Terkait
-
Haaland, Kisah Viking Harald Hardrada, dan Misi Norwegia Ukir Sejarah Baru
-
Tanda X Pelatih Mesir Jadi Misteri, Lionel Messi Lontarkan Hinaan Rasis?
-
Justin Bieber hingga BTS Siap Guncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
-
Pelatih Maroko Jelang Lawan Prancis: Simpan Pujiannya Sampai Kami Juara Piala Dunia 2026!
-
Manuel Akanji Yakin Swiss Bisa Bikin Argentina Kesulitan di Perempat Final Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor