Petaka menimpa Italia pada menit ke-42 karena Bonucci diganjar kartu kuning kedua setelah menyikut wajah Sergio Busquets.
Bonucci mendapatkan kartu kuning pertama pada menit ke-30 karena melakukan protes keras ke wasit Sergei Karasev.
Menjelang babak pertama usai, Italia justru kebobolan lagi. Oyarzabal kembali mengirim umpan silang dan bola disambut dengan sundulan Ferran Torres untuk membawa Spanyol unggul 2-0.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan dua gol Spanyol.
Selepas jeda istirahat, Spanyol langsung mengurung tuan rumah di 10 menit awal. Italia bertahan dengan cukup baik dan sempat dapat kesempatan lewat serangan balik, tetapi Chiesa keburu terkena jebakan offside.
Spanyol nyaris memperbesar keunggulan pada menit ke-62. Bola sundulan Oyarzabal di mulut gawang Italia masih sedikit melebar.
Tim tamu kembali gagal menambah gol pada menit ke-77. Tembakan Marcos Alonso dari jarak dekat masih bisa diselamatkan oleh Donnarumma.
Italia akhirnya dapat memperkecil kedudukan pada menit ke-83. Chiesa berhasil merebut bola dari pemain Spanyol dan berhadapan satu lawan satu dengan Unai Simon.
Dia tidak melepaskan tembakan dan memilih memberikan bola ke Lorenzo Pellegrini yang diselesaikan menjadi gol. Kedudukan menjadi 1-2.
Baca Juga: Donnarumma Disambut Hinaan Fans Milan Jelang Italia vs Spanyol
Kemenangan ini membawa Spanyol ke final dan hanya harus menanti pemenang dari laga semifinal lainnya antara Belgia melawan Prancis, Jumat (8/10) dini hari WIB, demikian dilansir dari Antara.
Susunan Pemain:
Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Leonardo Bonucci (c), Alessandro Bastoni, Emerson; Nicolo Barella (Davide Calabria 72'), Jorginho (Lorenzo Pellegrini 64'), Marco Verratti (Manuel Locatelli 58'); Federico Chiesa, Federico Bernardeschi (Giorgio Chiellini 46'), Lorenzo Insigne (Moise Kean 58').
Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Cesar Azpilicueta, Aymeric Laporte, Pau Torres, Marcos Alonso; Koke (Mikel Merino 75'), Sergio Busquets (c), Gavi (Sergi Roberto 84'); Pablo Sarabia (Bryan Gil 75'), Ferran Torres (Yeremi Pino 49'), Mikel Oyarzabal.
Berita Terkait
-
Disamakan dengan Kotoran Jelang Italia vs Spanyol, Donnarumma: Saya Tetap Cinta Milan
-
Italia vs Spanyol: Luis Enrique dan La Furia Roja Usung Misi Balas Dendam
-
Tampil Impresif untuk AC Milan di Awal Musim, Sandro Tonali Dipanggil Timnas Italia
-
UEFA dan CONMEBOL Sepakat Pertemukan Juara Euro dan Copa America pada Juni 2022
-
Kisah Marcos Senna, Pemain Buangan Brasil yang Sukses Bersama Spanyol
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro
-
Dulu Lokal, Sekarang UMKM Tenun Ini Sukses Tembus Pasar Ekspor via Program BRI
-
Furious Mengkritik Sistem yang Sering Gagal Melindungi Korban Kekerasan
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum