Suara.com - Frank Lampard, Steven Gerrard dan Antonio Conte dikabarkan masuk dalam daftar kandidat pelatih baru Newcastle United.
Klub Liga Inggris yang satu ini telah menjadi klub kaya baru setelah diakusisi konsorsium asal Arab Saudi, Dana Investasi Publik (PIC) yang dibawahi Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.
Menurut swfinstitute.org, PIF memiliki aset kekayaan senilai USD 430 miliar (sekira Rp6,11 kuadriliun), yang merupakan tertinggi kedelapan di Asia dan terkaya ketiga di Timur Tengah!
Lampard masih menganggur sejak dipecat Chelsea awal tahun ini, sedangkan Gerrard tengah menikmati karier manis sebagai pelatih bersama Rangers usai membawa klub ini menjuarai Liga Premier Skotlandia untuk kali pertama sejak 2011.
Sementara Antonio Conte juga sedang tidak melatih klub atau timnas setelah mundur dari Inter Milan akhir musim lalu, pasca membawa La Beneamata merengkuh Scudetto.
Pelatih Newcastle saat ini, Steve Bruce sudah santer dilaporkan akan segera dipecat setelah klub diakusisi konsorsium Arab Saudi kemarin.
Pihak Premier League alias Liga Inggris menyetujui penjualan Newcastle kepada PIF, untuk sekaligus mengakhiri perundingan yang telah berjalan selama lebih dari setahun.
Steve Bruce sendiri juga nampaknya sudah pasrah, dengan mengakui ia akan menerima keputusan klub bila ingin memecatnya sebelum pertandingan lanjutan Liga Inggris 2021/2022 melawan Tottenham Hotspur, akhir pekan depan.
"Saya ingin terus (melatih Newcastle)," kata Bruce kepada The Sun.
Baca Juga: Sontak Jadi Klub Tajir, Newcastle Segera Datangkan Antonio Conte?
"Saya ingin menunjukkan kepada pemilik baru apa yang bisa saya lakukan, tetapi Anda harus realistis," lanjut pelatih kawakan bertubuh gempal itu.
"Mereka mungkin ingin seorang pelatih baru. Pemilik baru biasanya menginginkan manajer baru. Keputusan bukan berada di tangan saya," tukasnya pasrah.
Sejak awal, kedatangan Steve Bruce di St. James' Park memang tidak diterima oleh suporter Newcastle.
Hal ini diperburuk setelah The Magpies saat ini terpuruk di peringkat ke-19 klasemen Liga Inggris 2021/2022, dengan koleksi tiga poin dan tak pernah menang dalam tujuh laga yang sudah dilalui.
Tag
Berita Terkait
-
Liverpool Berhasil Tikung Newcastle dalam Perburuan Victor Munoz
-
Tottenham Masuk Perburuan Sandro Tonali, Newcastle United Pasang Harga Selangit
-
Manchester United Pantau Sandro Tonali, AC Milan Masih Jadi Tujuan Utama
-
Saga Transfer Fenerbahce Siap Adu Kaya dengan Klub Arab Demi Rekrut Conte dan Maldini
-
Kevin De Bruyne Blak-blakan Kecewa dengan Antonio Conte
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya