Suara.com - Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas ikut menanggapi kritikan yang dilakukan suporter untuk tim kesayangan yang marak terjadi belakangan ini. Meski diakui Bambang kritikan yang datang dari suporter hal yang wajar, namun harus dilakukan dengan cara yang tepat.
Apalagi di masa pandemi Covid-19 di mana aksi kerumunan dilarang dilakukan. Ditakutinya, jalannya kompetisi bisa terganggu akibat ulah suporter yang merugikan banyak pihak.
Seperti diketahui, gelaran BRI Liga 1 2021/2022 butuh waktu panjang agar bisa terlaksana di tengah wabah virus Corona. Berbagai izin hingga aturan harus dikantongi supaya bisa terlaksana.
"Suporter memberikan kritik itu wajar karena mau hasil terbaik dari tim yang didukung. Tapi harus dipikirkan jalannya kompetisi ini karena sangat sulit didapat," kata Bambang Pamungkas saat jumpa pers virtual, Kamis (14/10/2021).
"Suporter juga harus memikirkan bagaimana caranya memberikan kritik di situasi yang saat ini," tambah sosok yang akrab disapa Bepe tersebut.
Beberapa waktu lalu ada sejumlah suporter yang melakukan protes sampai turun ke jalan karena tidak puas melihat penampilan tim kesayangannya. Seperti suporter Persib Bandung yang melakukan aksi bakar ban hingga menyalakan suar, berkerumun di depan kantor tim kesayangannya tersebut.
Sebelum itu, mereka juga sempat menghadang tim asuhan Robert Alberts yang sedang dalam perjalanan menggunakan bus karena merasa tidak puas. Aksi ini ditakutkan berimbas pada perizinan kompetisi lantaran ada perjanjian suporter dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan nonton bareng.
Sama seperti Persib Bandung, Persija juga sempat dikritik habis-habisan oleh suporternya, Jakmania. Namun, Bepe bersyukur Jakmania punya cara tersendiri untuk membuat timnya jauh lebih baik lagi dari mulai karangan bunga rasa kecewa hingga surat terbuka.
"Saya bersyukur Jakmania menyampaikan kritik dengan cara bagus. Kami membutuhkan kritik untuk membangun tim, mereka menyampaikan surat dan saya kirimkan ke pemain-pemain," ungkap Bepe.
Baca Juga: Ikut Seleksi TNI, Dua Pemain Persita Absen di Seri Kedua BRI Liga 1
"Bagi saya kritik itu jangan sampai merugikan," pungkas sosok yang juga legenda Timnas Indonesia tersebut.
Berita Terkait
-
Boaz Solossa dan Bambang Pamungkas Lewat, Legenda Timnas Indonesia Lebih Akui Kehebatan Ole Romeny
-
Belum Dijual, tapi Tak Dipakai, Shin Tae-yong Bikin Status Van Basty Souza di Persija Tidak Jelas
-
Baru Dibantai Dewa United, Brisbane Roar Antusias Hadapi Persija Jakarta
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Baru Tahu Jakmania Boikot Persija, Shin Tae-yong Kirim Pesan
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi