Suara.com - Tanpa Lionel Messi, Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Mauricio Pochettino mengaku percaya diri dengan seluruh pemain yang ada jelang laga melawan RB Leipzig di Liga Champions, Rabu malam waktu setempat. Sebagaimana diketahui, Messi tidak dibawa ke Jerman menyusul cedera yang membekap eks pemain Barcelona itu.
"Kami memiliki kepercayaan diri di semua orang. Ini adalah cara kami untuk melihat sesuatu, setiap pemain adalah penting untuk melalui musim ini," tegas Pochettino, dikutip dari situs resmi klub, Rabu (3/11/2021).
Pelatih asal Argentina itu mengatakan, PSG membutuhkan rasa kepercayaan diri di semua pemainnya agar mereka bisa menunjukkan penampilan terbaik.
Pochettino melanjutkan, ia tentu akan berharap kepada kapten karena sudah merupakan pemain yang berpengalaman namun, dirinya juga berharap kepada pemain yang memiliki sedikit pengalaman.
"Kami tentu saja melihat kepada kapten, pemain yang berpengalaman, tapi juga kepada pemain yang memiliki sedikit pengalaman. Tuntutan manajemen pelatih dari sebuah skuad lebih ditekankan daripada di masa lalu," jelas Pochettino.
Pochettino menilai pertandingan melawan RB Leipzig nanti akan berjalan sulit namun ia cukup senang dengan hasil pada pertemuan pertama beberapa pekan lalu.
Pada pertemuan pertama tersebut, PSG berhasil memenangkan laga atas RB Leipzig dengan skor 3-2 melalui dwigol dari Lionel Messi dan satu gol dari Kylian Mbappe.
"Pertandingan pada hari Rabu (Kamis dini hari WIB) akan sulit, tetapi kami senang dengan pertandingan pertama kami melawan mereka dan hasil yang kami dapatkan melawan tim yang sangat mengandalkan fisik yang menyulitkan kami," terang Pochettino.
PSG akan menghadapi RB Leipzig pada pertandingan keempat Grup A Liga Champions di Stadion Red Bull Arena, Leipzig, Rabu malam waktu setempat.
Baca Juga: Prediksi AC Milan vs FC Porto: Menang atau Mati untuk Rossoneri
PSG saat ini tengah nyaman duduk di puncak klasemen sementara Grup A dengan raihan 7 poin, di sisi lain, RB Leipzig berada di posisi juru kunci setelah tidak bisa mendapatkan poin dari 3 tiga pertandingan.
Berita Terkait
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Prediksi Peluang Arsenal untuk Juara Liga Champions Lebih Besar dari PSG
-
Mendominasi! 3 Klub Inggris Sukses Tembus Final Tiga Kompetisi Berbeda di Eropa
-
Sambut Piala Dunia 2026, Lay's Buat Euforia Nobar Makin Meriah
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati