Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari tubuh manajemen PSS Sleman. Danilo Fernando yang menjabat sebagai manajer tim memutuskan hengkang dari tim berjuluk 'Super Elang Jawa' ini.
Surat mundurnya Danilo sudah diterima oleh Direktur PT PSS, Andy Wardhana, yang menyebut Danilo sudah meninggalkan jabatannya per 8 November lalu.
"Sudah disampaikan secara lisan karena kami sudah berdiskusi mengenai itu. Surat pengunduran dirinya sudah disampaikan secara resmi kepada direksi dan manajemen PT. Putra Sleman Sembada [PT PSS],” tutur Andy Wardhana, direktur PT PSS.
Hengkangnya Danilo cukup mengejutkan karena dia sudah tiga musim bersama PSS. Selama dia menjabat, PSS mampu meraih prestasi apik, salah satunya menjuarai Liga 2 2018 dan promosi ke Liga 1.
Berikut profil Danilo Fernando yang dilansir dari berbagai sumber.
Profil Danilo Fernando
Sosok dengan nama lengkap Danilo Fernando Bueno de Almeida ini merupakan kelahiran Brasil pada 8 Juni 1979. Selayaknya bocah-bocah asal Brasil, masa kecil Danilo dihiasi dengan sepak bola.
Mimpi Danilo untuk jadi pesepak bola profesional dapat terwujud. Dia sempat merasakan bermain di Eropa dengan bergabung bersama tim asal Belanda, Fortuna Sittard.
Danilo yang biasanya berposisi sebagai gelandang menyerang itu bermain 16 kali dan mencetak gol selama satu musim pada 1997/98.
Baca Juga: 5 Hits Bola: Coutinho Berharap Xavi Sukses dengan Pemain Barcelona yang Ada Saat Ini
Setelah dari Sittard, Danilo kembali bermain di Brasil dan berkali-kali pindah ke klub kasta bawah 'Negeri Samba'. Sampai akhirnya dia bermain di Liga 2 kasta Sao Paulo bersama São José Esporte Clube pada 2002.
Dari sana kesempatan untuk bermain di Indonesia akhirnya datang. Seorang agen yang merupakan teman dari mantan pemain Liga 1 asal Brasil, Jacksen F. Tiago, menawarkan Danilo untuk berkarier di Indonesia.
Akhirnya Danilo pergi ke Indonesia dan bergabung bersama Petrokimia Putra Gresik pada 2002. Kariernya langsung melejit karena mampu membawa Gresik jadi kampiun di musim perdananya berada di Liga Indonesia.
Setelah Gresik degradasi pada musim kedua Danilo di Indonesia, dia kemudian memutuskan pindah ke Persebaya.
Karier Danilo di Persebaya semakin melejit karena mampu membawa tim berjuluk 'Bajul Ijo' tersebut menjadi kampiun Liga Indonesia pada 2004.
Setelah dari Surabaya, Danilo kembali pindah tim. Masih di Jawa Timur, dia bergabung dengan Persik Kediri. Hasilnya kembali manis, dia membawa Persik jadi juara Liga Indonesia.
Usai sukses di Persik, Danilo kembali melanjutkan perjalanannya di sepak bola Indonesia. Dia beberapa kali pindah tim mulai dari Deltras Sidoarjo, Persisam Putra Samarinda, hingga akhirnya pensiun pada 2014 usai berkarier di Pusamania Borneo.
Alih-alih menjadi pelatih setelah pensiun, Danilo memilih mengecap manajemen tim saat masih berada di Borneo pada 2014 dengan menjabat Direktur Teknik.
Kemudian pada 2018, Danilo Fernando diperkenalkan sebagai manajer tim PSS Sleman yang saat itu berkompetisi di Liga 2 2018.
Kontributor: Aditia Rizki
Berita Terkait
-
Manajer PSS Sleman Ungkap Kondisi Pemain Jelang Lawan Persipura Jayapura
-
Persipura Jayapura Kembali Catatkan Rekor Penonton Terbanyak
-
Jamu PSS Sleman, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
-
Kabar Duka, Pendiri PSS Sleman Sudarsono KH Meninggal Dunia
-
PSS Sleman Ditargetkan Kembali ke Liga 1, Bupati Utarakan Komitmen Pemkab!
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-20, Tiga Pemain Muda Persib Bandung Siap Kerja Keras
-
Jay Idzes Bongkar Fanatisme Suporter Timnas Indonesia, Jadi Energi Tambahan
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen