Suara.com - Asnawi Mangkualam mengaku senang bisa menjadi kapten Timnas Indonesia dalam pertandingan kontra Vietnam dan Malaysia di fase Grup B Piala AFF 2020. Namun, ia merasa lebih penting memberikan dampak kepada tim.
Asnawi menjadi pemimpin skuad Timnas Indonesia dalan dua laga terakhir Grup B. Pasalnya, tidak ada sosok Evan Dimas Darmono dimainkan sebagai starter oleh Pelatih Shin Tae-yong.
Asnawi memang dipilih oleh Shin Tae-yong sebagai kapten kedua setelah Evan Dimas. Jiwa kepemimpinan Asnawi membuat juru formasi asal Korea Selatan itu tak ragu menunjuknya.
"Jadi kapten tentu membuat saya sangat senang karena bisa pimpin teman-teman di lapangan," kata Asnawi dalam keterangan PSSI.
"Tapi yang terpenting menurut saya harus bisa beri dampak yang lebih kepada permainan di setiap pertandingan," tambah mantan pemain PSM Makassar itu.
Selain itu, Asnawi menjadi salah satu pemain yang posisinya tidak tergantikan dalam empat laga Piala AFF 2020. Meski belum cetak gol, ia sangat membantu membawa Timnas Indonesia melaju ke semifinal.
Di semifinal, skuad Garuda --julukan Timnas Indonesia-- akan melawan Singapura dalam pertandingan dua leg. Pertemuan pertama digelar hari ini, Rabu (22/12/2021), sementara leg kedua pada 25 Desember.
Timnas Indonesia lolos sebagai juara Grup B bersama Vietnam di posisi runner-up. Sementara Singapura adalah peringkat dua Grup A, adapun juaranya adalah Thailand.
Baca Juga: Lawan Singapura, Suporter Indonesia Diperbolehkan Bawa Bendera Merah Putih ke Stadion
Berita Terkait
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Mimpi Besar dari Kota Batik: Kick-Off MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 Musim 2025/2026
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat