- Warga Jakarta menyediakan titik logistik makanan dan minuman di seberang UOB untuk aksi mahasiswa, Selasa (18/8/2026).
- Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan TNI dan kepolisian untuk mengamankan berbagai titik unjuk rasa di Jakarta.
- Kombes Pol Laode Aries mengimbau seluruh aparat keamanan agar bertindak humanis, sabar, dan tidak mudah terprovokasi.
Suara.com - Aksi solidaritas warga muncul di tengah rencana unjuk rasa mahasiswa di sejumlah titik Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Melalui media sosial, warga membagikan informasi mengenai titik logistik untuk menyediakan makanan dan minuman bagi peserta aksi.
Salah satu informasi yang beredar menyebut titik logistik berada di kawasan seberang UOB, Jakarta Pusat.
Warga yang ingin menyumbangkan makanan maupun minuman diajak mengirimkan bantuan ke lokasi tersebut.
“Titik logistik hari ini seberang UOB ya.. mau kirim makanan atau minuman sokkk,” tulis salah satu X @SudutTakKasat
Titik logistik untuk para pendemo juga dibagikan sejumlah akun di Threads.
“Guys, titik logistik posisinya geser ke seberang UOB ya,” demikian keterangan yang dibagikan kepada pengguna Threads @nada_arini
Dalam kolom komentar, seorang pengguna mengaku melihat kawasan depan UOB mulai ramai dengan aparat.
Pengguna lain juga menyampaikan pesan agar warga yang berada di lokasi menjaga keselamatan dan tidak sendirian.
Di sisi lain, aparat keamanan meningkatkan pengamanan di sejumlah kawasan Jakarta.
Di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, personel kepolisian dan TNI terlihat bersiaga dengan kendaraan taktis serta kendaraan operasional.
Polda Metro Jaya secara keseluruhan menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat yang digelar sejumlah elemen mahasiswa di berbagai titik Jakarta.
Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Pol Laode Aries meminta seluruh personel mengendalikan emosi dan tidak mudah terprovokasi ketika menghadapi massa aksi.
“Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan hukum sebagai langkah terakhir (ultimum remedium),” kata Laode saat memberikan arahan apel pengamanan di Jakarta,