3. Shin Tae-yong Disebut Tak Menguntungkan Klub Liga 1
Komentar terhadap Shin Tae-yong tak terhenti di soal Piala AFF 2020 saja. Haruna Soemitro menyebut bahwa juru taktik berusia 51 tahun itu tak memberi manfaat ke klub-klub Liga 1 dalam segi permainan.
“Saya ini banyak mendapat masukan dari pelatih Liga 1. Banyak yang menelepon saya, diskusi sama saya begini: ‘Coaching point apa yang kita dapatkan dari Shin Tae-yong selama melatih tim nasional?’”.
Bahkan Haruna Soemitro menyindir permainan dan Game Plan yang diterapkan Shin Tae-yong cenderung Direct Ball atau memainkan bola dari belakang ke depan secara langsung, berbeda dengan klub-klub Liga 1.
“Mayoritas klub Liga 1 melakukan proses dari kaki ke kaki. Proses build up dari bawah. Tapi, proses latihan dan Game Plan Shin Tae-yong justru direct ball. Wajar jika Shin Tae-yong menerima pemain yang tidak siap,” ucapnya.
4. Menyebut Hasil Lebih Penting dari Proses
Haruna Soemitro juga menyebut bahwa baginya apa yang dilihat baik di PSSI dan di level klub itu yang terpenting adalah hasil, bukan proses.
Pernyataan ini juga mengarah kepada hasil yang diterima Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 bersama Shin Tae-yong.
“Apa pun d sepak bola, tanpa prestasi itu Nothing. Jadi, mau PSSI mau di klub yang paling pertama orang lihat adalah prestasi. Proses tidak dilihat.”
Baca Juga: Direktur FK Senica Lempar Kode Bakal Ada Rekrutan Baru, Witan Sulaeman?
“Meskipun proses bagus. Tadi kita diskusi dengan Shin Tae-yong. Mengapa proses kita seperti ini. kenapa kita sampai kalah 0-4 dari Thailand padahal kita tidak pernah kalah sebesar itu."
“Di Sea Games terbaru saja kita bisa menang 2-0. Kenapa kemarin kita kalah? Dia bilang Anda tidak tahu prosesnya. Ya memang begitu sepak bola. Orang tidak mau melihat proses, yang mau dilihat hasil,” kata Haruna Soemitro.
5. Tak Setuju Pemain Naturalisasi
Haruna Soemitro pun membeberkan ketidaksukaannya terhadap program naturalisasi pemain keturunan. Ia pun menjelaskan alasan rasa tidak setujunya tersebut.
“Saya termasuk rezim yang tidak setuju dengan naturalisasi. Saya memang berbeda dengan (Ketua PSSI). Saya selalu berdebat urusan naturalisasi.”
“Sekarang ambil contoh apa yang kita hasilkan dari pemain naturalisasi ini? Kritik saya begini. Ketika kita mau menaturalisasi, kita harus apple to apple dengan pemain lokal kita. Apakah pemain lokal kita tidak ada yang sebagus itu?”
“Contoh, sorry ya, contoh Sandy Walsh umpamanya, pemain belakang posisi bek kanan atau apa, sekarang pertanyaannya bagus mana Sandy Walsh dengan Asnawi Mangkualam?”
“Kalau kemudian kedatangan dia menghilangkan kesempatan bagi anak bangsa kita, itu menjadi masalah besar kan begitu,” tukas Haruna Soemitro.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas
Berita Terkait
-
Haruna Soemitro Buka-bukaan Soal Kritik ke Shin Tae-yong: Itu Fungsi Sebagai Anggota Exco PSSI
-
Shin Tae-yong Disebut Tersinggung, Tagar Haruna Out Jadi Trending Topic
-
Haruna Soemitro Sebut Timnas Indonesia Mainkan Direct Football di Piala AFF 2020, Warganet Beri Sindiran Telak
-
Diincar FK Senica saat "Dicampakan" Lechia, Witan Sulaeman Mau ke Mana?
-
Pemain Keturunan dan Naturalisasi yang Dipermasalahkan Haruna Soemitro
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Gubernur Sulsel: Tidak Ada Kenaikan Pajak
-
Misteri Jasad Bayi dalam Saluran Air Dekat Pasar Tugu Terungkap, Dibuang Ibu yang Malu
-
Perubahan Rute Transjakarta Selama Demo di Gedung DPR RI
-
Ikan 'Kiamat' Terdampar di Pantai Pink Lombok, Ini Penjelasan Ilmiahnya
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
FMN UI Serukan Demo di Istana Hari Ini, Bawa Sejumlah Tuntutan ke Pemerintah
-
Membaca Perang Paregrek 1: Saat Konflik Kerajaan Majapahit Berubah Jadi Thriller Politik
-
7 Cara Menghubungkan Smart TV ke Wi-Fi Rumah untuk Nonton YouTube hingga Netflix
-
Jelang Demo di DPR, Aparat Amankan Sejumlah Terduga Penyusup Sejak Malam
-
CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi untuk Pemilik Bisnis