Suara.com - Dalam beberapa waktu terakhir ini, AS Roma sudah santer dikaitkan dengan gelandang jangkar Arsenal, Granit Xhaka. Kabar teranyar, hasrat pelatih AS Roma Jose Mourinho untuk memboyong kapten Timnas Swiss itu ke Stadio Olimpico ternyata belum pudar.
Ya, setelah kabar ini sempat menguap belakangan, AS Roma kini dilaporkan akan berusaha keras mengamankan servis Xhaka sebelum bursa transfer Januari 2022 ditutup.
Kabar ini diturunkan beberapa media asal Italia macam Il Corriere dello Sport dan La Gazzetta dello Sport, Jumat (28/1/2022).
Namun untuk bisa mengamankan transfer Xhaxa ini, kubu Giallorossi --julukan AS Roma-- konon harus menjual Amadou Diawara terlebih dahulu sebelum jendela transfer ditutup.
Sebab, AS Roma tidak akan mampu membeli Xhaka tanpa menjual Diawara. Sebab Roma tidak mampu membeli Xhaka tanpa menjual Amadou Diawara.
Gelandang bertahan Timnas Guinea itu disebut-sebut telah menolak pindah ke Valencia dan direktur AS Roma, Tiago Pinto akan bertemu dengan agennya, Daniele Piraino pada Jumat (28/1/2022) waktu setempat.
Ini yang membuat situasinya kembali rumit buat AS Roma. Diawara sendiri masih terikat kontrak bersama AS Roma hingga musim panas 2024, setali tiga uang dengan Xhaka yang masih memiliki ikatan kerja sampai 2024 bersama Arsenal.
Apa pun itu, kubu Arsenal sendiri sejatinya siap melepas Xhaka di bursa transfer musim dingin ini dan mematok harga sang gelandang di angka 20 juta euro.
AS Roma pun mungkin tidak bisa menutupi harga tersebut jika menjual Diawara, tetapi setidaknya uang itu nantinya bisa menutupi angsuran.
Baca Juga: Liverpool Selangkah Lagi Datangkan Luis Diaz dari FC Porto, Tottenham Meringis
Disebutkan, AS Roma sebetulnya sudah berusaha mendapatkan Xhaka pada bursa transfer musim panas 2021 lalu. Mantan pemain Borussia Monchengladbach itu juga sudah menyetujui kesepakatan pribadi.
AS Roma memberikan tawaran 15 juta euro plus bonus kepada Arsenal agar bisa mendatangkan Xhaka. Namun, nominal tersebut belum bisa menggoda klub asal London Utara itu untuk melepas sang gelandang bertahan tahun lalu.
Berita Terkait
-
Seru! Fabrizio Romano vs Florian Plettenberg Saling Serang Gegara Yan Diomande
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan