Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB
foto presiden RI Prabowo Subianto. (Dok. Kemenkoinfra)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kelompok ekonomi besar berupaya menyogok pejabat negara untuk membajak demokrasi Indonesia.
  • Kelompok tersebut juga memanfaatkan teknologi media sosial dan pendengung untuk menyebarkan fitnah kepada masyarakat.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri acara HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat (18/9/2026).

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkap upaya kelompok berkekuatan ekonomi besar yang ingin menyogok para pejabat di Indonesia, dari level hakim, jaksa, hingga kepala negara.

Upaya-upaya tersebut dilakukan kelompok pemilik kekuatan ekonomi besar dalam rangka membajak demokrasi Indonesia.

Prabowo mewanti-wanti seluruh lapisan masyarakat untuk waspada terhadap kelompok-kelompok tersebut.

“Saudara-saudara, tapi kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli. Oleh mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara tidak halal. Alias mereka.. mereka mau membajak demokrasi kita,” kata Prabowo dalam sambutannya di HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Prabowo lantas mengungkapkan cara kelompok berkekuatan ekonomi besar tersebut dalam membajak demokrasi, yakni melalui sogokan.

“Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau membelinya, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden,” kata Prabowo.

Bukan hanya berusaha menyogok para pejabat dan tokoh berpengaruh, Prabowo mengungkapkan upaya lain yang digencarkan kelompok berkekuatan ekonomi besar, yakni menyerang melalui kecanggihan teknologi di media sosial.

“Dengan uang, mereka memelihara... apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh,” kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan operasi merusak demokrasi tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga menyasar negara lain.

“Tapi ini... ini bahaya yang dialami banyak negara. Jadi ini adalah termasuk perang. Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang nggak bener,” kata Prabowo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com