Suara.com - Pemain asal Belanda yang kini telah resmi bergabung ke Parma, Jayden Oosterwolde, ternyata pernah menolak tawaran untuk bermain di timnas Indonesia.
Jayden Oosterwolde merupakan salah satu pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia yang tengah digoda untuk bermain bersama timnas Indonesia.
PSSI memang telah mengupayakan keinginan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, untuk menggoda pemain-pemain keturunan yang kini telah berkarier di luar negeri, dan salah satunya ialah Jayden Oosterwolde.
Selain timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde juga mengakui bahwa Suriname juga mengajukan tawaran serupa.
Menurut penuturan pemain berusia 20 tahun ini, tawaran untuk bermain bersama skuad Garuda datang dari asisten pelatih timnas Indonesia.
“Indonesia dan Suriname telah menghubungi saya. Suatu waktu, saya menerima berbagai pesan Instagram dari Indonesia, salah satunya ternyata asisten pelatih tim nasional,” kata Jayden, dikutip dari ELF Voetbol.
Namun demikian, pemain kelahiran 26 April 2001 itu masih menyimpan ambisi untuk menembus timnas Belanda.
Sebab, itu adalah mimpi terbesarnya sebagai pesepak bola. Kini, dia tengah fokus untuk mengupayakan mimpi tersebut.
“Melalui agen saya, saya sudah mengatakan bahwa saat ini saya tengah fokus untuk membela timnas Belanda,” katanya.
Baca Juga: Tempati Pot Tiga, Timnas Indonesia Tetap Berpotensi Masuk Grup Neraka di Kualifikasi Piala Asia 2023
“Indonesia dan Suriname belum masuk pertimbangan saya. Saya selalu bermimpi untuk timnas Belanda dan saya sedang mengejarnya,” ia melanjutkan.
Sebetulnya, kabar penolakan Jayden Oosterwolde ini juga pernah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, pada November tahun lalu.
“Ada satu pemain keturunan yang menolak (ke timnas Indonesia U-19) dan memilih ke timnas Belanda, yakni Jayden Oosterwolde,” kata Yunus Nusi.
Padahal, menurut Yunus Nusi, Shin Tae-yong sudah sangat senang dengan kualitas yang dimilikinya. “Shin Tae-yong suka dengan permainannya,” ujar Yunus.
Pemain berpostur 189 cm ini tak hanya memiliki kemampuan defensif semata. Sebab, ia juga terhitung aktif ketika membantu timnya menyerang.
Itulah sebabnya, Jayden Oosterwolde diangkut oleh Parma. Dia diharapkan mampu membantu Parma merebut tiket promosi ke Serie A 2022/2023.
Sampai saat ini, Parma masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara Serie B 2021/2022 dengan koleksi 24 poin.
Mereka terpaut delapan mata poin dari Ascoli yang menduduki peringkat kedelapan, alias batas minimum tim yang tampil di babak play-off.
[Penulis: Muh Adif Setiawan]
Berita Terkait
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Dubes Iran Minta Pemerintah RI Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
-
Kabar Duka: Ketua KPAI Margaret Maimunah Meninggal Dunia di Jakarta
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Dipanggil PSSI! 3 Wonderkid Persib Gabung TC Timnas Indonesia U-20 di Surabaya
-
3 Laga 8 Hari! Dewa United Dihajar Jadwal Neraka, PSSI Beri 'Bantuan' Jelang Duel Asia
-
Pelatih Almeria Ingin Rekrut Cristiano Ronaldo
-
Jelang Duel Papan Atas BRI Super League, Persija Jakarta Punya Keyakinan Lebih Libas Borneo FC
-
Percaya Diri Tinggi, Ramon Tanque Optimis Raih Kemenangan Lawan Persebaya Surabaya
-
Penalti Penentu Kevin Diks! Gladbach Akhiri Tren 7 Laga Tanpa Kemenangan
-
Nostalgia Piala Dunia 1998: Amerika Serikat dan Iran Pernah Akrab
-
Jadi Pahlawan Kemenangan, Kevin Diks: Kami Menjalani Masa Sulit
-
Eks Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era STY Tertantang Gabung Tim Super League Terancam Degradasi
-
Aman di Tengah Perang AS-Iran, Dewa United Tetap Bisa Tampil di AFC Challange League