Suara.com - Belakangan ini, pendukung Timnas Indonesia digegerkan dengan kabar bahwa Lazio meminati bek kiri muda skuat Garuda, Pratama Arhan. Benarkah rumor ini?
Laporan datang dari Italia bahwa Lazio disebutkan tengah memantau dan tertarik memboyong Pratama Arhan. Laporan ini beredar dari laman Lazio Press.
Selain adanya laporan dari laman Lazio Press, ada pula jurnalis kenamaan Italia, Jerry Mancini yang merekomendasikan klub berjuluk Biancocelesti itu untuk memboyong Pratama Arhan.
Jerry Mancini yang merupakan jurnalis olahraga di Roma dibuat kagum dengan penampilan pemain berusia 20 tahun itu kala membela Timnas Indonesia.
Melalui media social Twitter, Jerry Mancini bercuit agar Lazio mendatangkan bek milik PSIS Semarang itu ke Lazio, yang tengah membutuhkan bek kiri andal.
Bahkan, Jerry Mancini terus mempropagandakan sosok Pratama Arhan agar Lazio meliriknya dan memboyongnya. Propaganda ini terlihat saat ia membandingkan bek kiri Timnas Indonesia itu dengan Verdat Muqiri.
Menurut Jerry Mancini, Pratama Arhan tak akan membuat Lazio banyak mengeluarkan uang, mengingat harga sang pemain hanya berkisar di angka ratusan ribu euro saja.
Tak pelak rumor ini membuat publik Indonesia geger. Pasalnya, Lazio bukanlah tim kacangan dan Pratama Arhan memang diharapkan bisa berkarier di luar negeri.
Namun, benarkah rumor yang mengatakan bahwa Lazio meminati Pratama Arhan?
Baca Juga: Pratama Arhan Direkomendasikan Jurnalis Italia untuk Gabung Lazio, Warganet Langsung Bereaksi
Kronologi Rumor Pratama Arhan ke Lazio
Sebagai permulaan, rumor bahwa Lazio meminati Pratama Arhan pertama kali dikembangkan oleh laman Potensi Bandung.
Laman Potensi Bandung diketahui memuat kabar Lazio meminati Pratama Arhan pada 3 Februari 2022 lalu, dalam artikel berjudul:
“BukanOrangSembarangan, Ini Sosok yang Merekomendasikan Pratama Arhan ke Liga Italia, Shin Tae Yong Bangga”.
Dalam artikel ini, Potensi Bandung menyebut bahwa Pratama Arhan direkomendasikan oleh Jerry Mancini, yang tak lain seorang jurnalis dan pendukung Lazio.
Jerry Mancini pertama kali merekomendasikan Lazio untuk memboyong Pratama Arhan dalam cuitannya pada tanggal 2 Februari 2022 usai melihat gol spektakulernya di Piala AFF 2020.
Berita Terkait
-
Dipanggil Timnas Indonesia U-23, Gelandang PSS Sleman Kanu Helmiawan: Ini Target Saya
-
Timnas U-23 Bisa Jadi yang Pertama Kibarkan Merah Putih Pasca Pencabutan Sanksi WADA
-
Ronaldo Kwateh Telat Gabung Timnas Indonesia U-23, Ada Apa?
-
Jadwal Bola Malam Ini: Piala FA, Liga Spanyol, hingga Liga Italia
-
Heboh Lazio Dikabarkan Kepincut Pratama Arhan, Ini 4 Pemain Asli Maupun Keturunan Indonesia di Liga Italia
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai
-
Harga Saham Anjlok, Bisnis Pop Mart Mulai Redup
-
3 Sepatu Lokal yang Cocok Dipadukan dengan Celana Jeans, Tampilan Makin Stylish
-
Untuk Pemula Mending Sepeda Frame Alloy atau Karbon? Ini Perbedaan dan 5 Rekomendasinya
-
Viva Face Tonic Lemon untuk Kulit Apa? Ini Manfaat dan Cara Pakainya
-
Kenapa Muktamar NU Sepakat Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik?
-
Yoo Ah In Resmi Comeback Lewat Film Okultisme Baru Garapan Sutradara Exhuma
-
Muktamar NU Memanas, Begini Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
-
Purbaya Ungkap BNPB Punya Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Buat Bencana, Siap Tambah Jika Kurang
-
Muktamar NU Diwarnai Ketegangan, Massa Nahdliyin Muda Sampaikan Tuntutan