Selama bermain dengan total 248 penampilan itu, Emil Audero telah kebobolan 336 kali dan mencetak 66 Clean Sheets atau nirbobol.
Di musim ini, Emil Audero yang perlahan mulai tergeser oleh Wladimiro Falcone itu, telah tampil sebanyak 21 kali di berbagai ajang dengan kebobolan 39 kali dan mencatatkan dua Clean Sheets saja.
Catatan ini sejatinya tak terbilang apik. Namun, catatan ini bukanlah murni kesalahan kiper, melainkan juga peran bek tengah dan sistem suatu tim dalam bertahan.
Untuk menilai kualitas Emil Audero, perlu dilihat dari rataan Saves atau penyelamatan yang ia buat serta catatan lainnya.
Dilansir dari FBRef, catatan Clean Sheet Emil Audero berada di angka 21,2 persen saja dalam satu tahun terakhir. Namun, catatannya dalam penyelamatan penalti terbilang mumpuni, yakni sebesar 33,3 persen.
Di kancah Serie A selama 20 pertandingan, rata-rata Emil Audero melakukan penyelamatan sukses sebesar 62,9 persen dari 97 tembakan kearah gawang yang dihadapinya. Dari jumlah itu, tercatat rata-rata bola yang masuk ke gawangnya per 90 menit mencapai 1,9 gol.
Melihat dari persentase penyelamatan itu, Emil Audero berada di peringkat ke-17 dari 21 kiper yang bermain reguler di kancah Serie A musim ini.
Catatan ini tak terbilang buruk, mengingat Emil Audero berada di posisi ke-9 dari 38 kiper yang sering mendapat tembakan ke gawang di Serie A musim ini.
Lantas, bagaimana dengan Cyrus Margono? Hingga saat ini belum diketahui secara persis bagaimana statistic kiper kelahiran New York tersebut.
Baca Juga: Ronaldo Kwateh Incar Tempat ke Korea Selatan, Antusias Tatap Piala Dunia U-20 2023
Terlebih di musim ini, ia belum pernah bermain untuk Panathinaikos B secara kompetitif. Tercatat ia hanya masuk dalam skuat dan sebanyak enam kali menjadi cadangan.
Meski demikian, Cyrus Margono punya kemiripan yang sama dengan Emil Audero, yakni postur tubuh mencapai 190 cm, kendati usianya jauh lebih muda enam tahun ketimbang kiper asal Sampdoria tersebut.
Apapun statistik yang ditampilkan keduanya, baik Emil Audero dan Cyrus Margono akan menjadi tambahan solid bagi Timnas Indonesia, jika melihat pengalaman keduanya di Eropa.
Penulis: Felix Indra Jaya
Berita Terkait
-
Sindiran Menohok Pelatih Vietnam: Thom Haye Dibuat Mati Kutu oleh Pemain Lapis Kedua
-
Timnas Indonesia Dapat Angin Segar Jelang vs Singapura, Gavin Lee Putar Otak
-
Tak Hanya Pemain Kini Giliran Pelatih Vietnam Serang Balik Justin Hubner
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Indonesia di Ujung Tanduk, John Herdman Bongkar Kunci Garuda untuk Tekuk Singapura
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya