Suara.com - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco percaya diri menghadapi Persija Jakarta pada pertandingan lanjutan BRI Liga 1 dengan bermodal tak terkalahkan dalam 11 laga terakhir.
Sedangkan Persija, tim ibu kota itu baru saja kalah dari rival abadi, Persib Bandung pada awal pekan ini.
"Persija adalah tim bagus dan mempunyai suporter yang fanatik. Kami punya program recovery buat pemain agar tidak cedera dan punya juga latihan taktikal buat semua siap lawan Persija," kata Teco seperti dimuat Antara, Jumat.
Laga mempertemukan Bali United sang pemuncak klasemen sementara Liga 1 2021/2022 dengan Persija sang juara turnamen pramusim juara Piala Menpora 2021 itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu lusa.
Meski optimistis, Teco meminta pasukannya mewaspadai sederet pemain muda yang kini mengisi skuad Persija.
Dengan kombinasi determinasi pemain muda semacam Taufik Hidayat dan Rio Fahmi serta kualitas para pemain senior, dia memprediksi Persija akan bermain ngotot.
"Di Piala Menpora, mereka bermain bagus dan bisa juara. Setelah itu ada pergantian pelatih ke pelatih asal Eropa (Angelo Alessio). Meskipun punya CV dan kualitas bagus, dia butuh waktu untuk beradaptasi di Indonesia," kata Teco.
Setelah Alessio dipecat, kini Sudirman --yang menangani Persija di Piala Menpora lalu-- sudah kembali untuk memimpin tim sisa kompetisi musim ini.
"Sekarang Persija kembali lagi dilatih oleh pelatih juara di Piala Menpora. Dialah yang membawa banyak pemain muda berkualitas di Persija," ucap Teco.
Baca Juga: Jelang Duel Kontra Bali United, Persija Jakarta Genjot Persiapan
"Tapi kami percaya diri karena kami juga sedang dalam tren bagus saat ini," tandas pelatih asal Brasil yang sempat membawa Persija juara Liga 1 pada musim 2018 itu.
Saat ini, Bali United sendiri ada puncak klasemen sementara BRI Liga 1 2021/2022 dengan 60 poin, sementara Persija masih tertahan di posisi ketujuh dengan 38 poin.
Berita Terkait
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United
-
Bantai Bali United, Herdman Klaim Timnas Indonesia Mulai Temukan Identitas Permainan
-
Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League
-
Kontrak di FC Emmen Segera Habis, Tim Geypens Jadi Incaran Bali United
-
Bek Real Madrid Dean Huijsen Berlatih di TC Bali United Bareng Pemain Keturunan Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan