Suara.com - Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan mengatakan bahwa Persija Jakarta harus melakukan evaluasi total setelah gagal mencapai target, yaitu menuntaskan kompetisi BRI Liga 1 musim 2021/2022 minimal di posisi tiga besar.
"Semoga Persija bergerak cepat untuk mengevaluasi tim. Persija harus tetap berada di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia," ujar Diky seperti dimuat Antara, Rabu.
The Jakmania, pria yang biasa disapa Diky Soemarno itu melanjutkan, menilai bahwa permasalahan Persija muncul dari dalam dan luar lapangan.
Dari dalam, kelompok suporter Macan Kemayoran yang berdiri sejak 19 Desember 1997 itu melihat ada proses yang salah sehingga hasil pertandingan kerap tidak sesuai keinginan meski secara kemampuan individu pemain Persija tidak kalah dari tim-tim lawan.
Persoalan selanjutnya, Persija memiliki pemain dengan usia yang jaraknya cukup jauh. Diky menyebut ini seperti "om" dan "keponakan". Inilah yang disebutnya menjadi sebab komunikasi tidak berjalan maksimal.
Kemudian, terkait faktor dari luar lapangan, Diky merasa ada faktor keputusan maupun kebijakan manajemen yang kurang pas.
"Ada proses yang tidak terbentuk di luar lapangan sehingga terpengaruh ke permainan," tutur dia.
Oleh karena itu, The Jakmania meminta pertanggungjawaban baik dari manajemen, termasuk manajer Persija Bambang Pamungkas, maupun jajaran kepelatihan.
"Ketika gagal mewujudkan target, maka mesti ada pertanggungjawaban. Salah satu caranya adalah dengan merombak tim mulai musim depan. Kami ingin target musim depan harus juara," kata Diky.
Baca Juga: 5 Hits Bola: 3 Klub Liga 1 yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Ciro Alves Musim Depan
Setelah dikalahkan Bali United dengan skor 2-1 pada Minggu (6/3) di Bali, peluang Persija untuk menduduki peringkat tiga besar lenyap.
Saat ini, skuad "Macan Kemayoran" memiliki 38 poin dari 28 pertandingan dan berada di posisi ketujuh klasemen sementara.
Artinya, andai Persija mampu menundukkan enam lawan pamungkasnya di Liga 1 Indonesia musim ini, total poin yang mereka raih hanya 56.
Jumlah tersebut tidak bisa melampaui poin tim peringkat ketiga saat ini, Arema FC yang, sampai pekan ke-29, mempunyai 58 poin. Jumlah poin serupa juga dimiliki oleh Bhayangkara FC di peringkat keempat.
[Antara]
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Buka Suara soal Hukuman Berat KFA: Ada Banyak Hal yang Tidak Adil
-
Shin Tae-yong Blak-blakan Persija Belum Ideal Jelang Piala Presiden 2026
-
Bukan Juara, STY Ungkap Target Utama Persija di Piala Presiden 2026
-
Baru Gabung Setengah Musim, Persija Justru Lepas Cyrus Margono
-
Harga Tiket Piala Presiden 2026 Murah Meriah, Seharga Dua Gelas Kopi!
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi