Suara.com - Pelatih West Ham United. David Moyes mengaku kecewa timnya harus menelan kekalahan dari tuan rumah Sevilla dengan skor 0-1 pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa 2021/2022 di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Spanyol, Jumat dini hari WIB.
Dikutip dari football.london, Jumat, Moyes mengatakan West Ham harus kebobolan oleh Sevilla karena kurangnya konsentrasi ketika menghadapi situasi set-piece.
"Saya benar-benar kecewa karena itu adalah kurangnya konsentrasi. Jika Anda merasa ada waktu yang akan mencetak gol dari bola mati, itu mungkin kami," ujar Moyes.
Menurut Moyes, pada laga ini West Ham memiliki peluang namun Sevilla adalah tim yang sangat kuat dan timnya hampir memaksakan hasil imbang namun pada akhirnya harus kalah dengan skor 0-1.
Pelatih asal Skotlandia itu menjelaskan, West Ham sempat memiliki peluang besar dari upaya yang dilakukan oleh Nikola Vlasic dan Manuel Lanzini namun tidak membuahkan hasil.
Dirinya menilai pada pertandingan ini, West Ham seharusnya setidaknya mendapatkan hasil imbang jika bisa mengubah kesempatan bagus menjadi gol, namun penyelesaian akhir mereka tidak terlalu bagus.
"Kami memiliki kesempatan malam ini, kami melakukan banyak hal bagus tapi Sevilla adalah tim yang sangat sangat bagus. Kami melakukan cukup untuk imbang, kami memiliki kesempatan tapi Sevilla juga memiliki beberapa kesempatan," ujar Moyes.
"Kesempatan Vlasic sungguh besar dan Lanzini juga. Itu adalah kejadian biasa dalam beberapa pertandingan terakhir, malam ini kami bisa dengan mudah mendapat hasil imbang juga jadi kami harus mengubah peluang bagus menjadi gol," sambungnya.
Pada pertandingan ini, West Ham dikalahkan Sevilla dikalahkan skor tipis 0-1 berkat gol tunggal yang dicetak oleh tendangan voli gelandang Munir El Haddadi pada menit ke-60 memanfaatkan umpan Marcos Acuna.
Baca Juga: Barcelona Ditahan Galatasaray, Xavi Hernandez Berharap Keajaiban di Leg Kedua
Leg kedua akan digelar pada Kamis pekan depan di London Stadium, Inggris dan West Ham perlu menang dengan selisih dua gol untuk memastikan diri lolos ke perempat final Liga Europa.
Berita Terkait
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
West Ham Degradasi, Jarrod Bowen Isyaratkan Bertahan di Tengah Godaan Klub Raksasa Inggris
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Tottenham Dipastikan Selamat dari Degradasi, Bertahan di Premier League
-
Sebut Kemenangan Skuadnya Fantastis, Unai Emery Bawa Aston Villa Mengguncang Eropa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?