Suara.com - Penyerang Espanyol Raul de Tomas berharap bisa membela timnas Spanyol pada ajang Piala Dunia 2022 Qatar yang akan digelar pada November hingga Desember mendatang.
Dikutip dari football-espana, Kamis (25/3/2022), Raul de Tomas mengatakan membela timnas Spanyol adalah pencapaian terbesar di dalam kariernya serta level pribadi.
Meski demikian, ia sadar bermain untuk Espanyol bisa mencederai harapannya tersebut karena ada beberapa pemain lain yang bermain di klub besar dan berlaga di lebih banyak kompetisi.
"Berada di Piala Dunia akan menjadi pencapaian terbesar dalam karier olahraga dan dalam level pribadi saya," terang de Tomas.
"Saya tahu itu (bermain untuk Espanyol) mungkin melukai saya, karena pada akhirnya tim yang lebih besar memiliki kompetisi, pertandingan dan kesempatan lebih banyak, berbicara soal bakat mencetak gol saya," sambungnya.
Pencetak 14 gol untuk Espanyol di Liga Spanyol itu lanjut mengatakan, hal tadi bisa memberikan pengaruh, namun ia harus beradaptasi kepada apa yang ia miliki saat ini.
Menurutnya, hal tersebut memberikan dia motivasi dan menganggap hal ini adalah tantangan besar bagi dirinya untuk terus berkembang hari demi hari serta membantu Espanyol untuk tumbuh di masa depan.
"Itu memotivasi saya, menjadi bintang dari Espanyol. Saya adalah pemenang, saya suka tantangan besar dan bagi kami itu adalah keistimewaan menjadi ikon di klub ini. Target saya adalah untuk berkembang hari demi hari dan membantu klub ini untuk tumbuh di masa depan," jelas de Tomas.
Raul de Tomas telah dipanggil oleh timnas Spanyol dalam dua pertandingan terakhir dan keberhasilan La Furia Roja mengamankan satu tempat di Piala Dunia 2022 akan menjadi target selanjutnya dari penyerang berusia 27 tahun tersebut.
Baca Juga: Dibantai Persipura Empat Gol Tanpa Balas, Pelatih PSIS Semarang: Benar-benar di Luar Prediksi
Pada musim ini, de Tomas telah mencatatkan 27 penampilan untuk Espanyol dalam ajang Liga Spanyol dan telah mencetak 14 gol serta 3 assist dari 2.382 menit bermain.
Berita Terkait
-
Cara Elegan Lamine Yamal Bungkam Mulut Pengkritik, Masih Berani Nyinyir?
-
Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tak Bisa Bendung Kebahagiaan
-
Lewati Messi, Lamine Yamal Cetak Rekor Menakjubkan di Piala Dunia 2026
-
Pelatih Spanyol Larang Bandingkan Lamine Yamal dengan Lionel Messi Demi Ini
-
Pelatih Spanyol Kesal Rodri Dikritik: Sangat Menghina Saya, Dia Pemain Terbaik Dunia!
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil